Dua Pekan Tak Terangkut, Penumpukan Sampah Rumah Tangga Bikin Warga di Padalarang Tak Nyaman
Persoalan penumpukan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dikeluhkan masyarakat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan sampah'>penumpukan sampah di sejumlah titik di Kabupaten Bandung Barat (KBB) kembali dikeluhkan masyarakat.
Di Kampung Andir, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang misalnya, tumpukan sampah rumah tangga pasca Lebaran 2024 ini tak tertampung dan berceceran hingga pinggiran jalan. Tak hanya itu, kondisi serupa juga terjadi di Kampung Sukamulya, Desa Padalarang.
"Sampah di sini (Kampung Andir) sudah dua pekan tak kunjung di angkut oleh petugas kebersihan. Padahal setiap bulan kami selalu membayar iuran langganan petugas kebersihan," kata Kartini (27) warga Kampung Andir kepada wartawan.
Kartini mengungkapkan, sampah di kampungnya itu sudah menggunung layaknya penampungan sampah di rumah.
“Dari sebelum lebaran sampai saat ini belum diangkut,” ucapnya.
Kartini pun berharap, sampah-sampah yang menumpuk itu segera diangkut petugas dari Dinas Kebersihan Bandung Barat. Sebab, masyarakat merasa terganggu dan tidak nyaman dengan aroma yang ditimbulkan.
Apalagi, tumpukan sampah tersebut berceceran di sepanjang jalan gang di kampungnya.
"Sampah buangan dari rumah tangga di kawasan tersebut selama ini dibuang warga di bak penampungan yang dibuat secara mandiri," ujarnya.
Biasanya, kata Kartini, satu minggu satu kali diangkut sehingga tidak sempat menumpuk serta menimbulkan bau tidak sedap.
“Tapi saat lebaran ini sampahnya belum terangkut, enggak tahu karena apa. Apa mungkin masih libur,” ucapnya.
Keluhan yang sama juga diutarakan Risma, warga Kampung Sukamulya ini menyebut, selain penumpukan sampah, minimnya bak penampungan sampah yang disediakan petugas di setiap RW menyebabkan masyarakat di wilayahnya membuang sampah sembarangan.
“Bagi yang tak miliki bak sampah, masyarakat ini membuang sampahnya dengan cara menggantungkan sampah di besi-besi atau pagar yang tak terpakai. Apalagi pasca lebaran sampah belum diangkut,” keluhnya.
Risma pub berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bandung Barat bisa memfasilitasi penyediaan bak sampah bagi masyarakat.
"Itu harus dilakukan agar masyarakat di kampungnya bisa membuang sampah pada tempatnya," ungkapnya.*** (agus satia negara)
Editor : Ahmad Sayuti
