Maksimalkan Mesin Insinerator, Cara Pemkot Bandung Atasi Masalah Sampah
Pemkot Bandung bakal memaksimalkan pemanfaatan mesin insenerator sampah untuk mengatasi peneumpukan dan pengurangan pembuangan kuota sampah ke TPA Sarimukti
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pemkot Bandung mengambil langkah inovatif, mengatasi penumpukan sampah setelah adanya pengurangan kuota pembuangan sampah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kuota yang sebelumnya mencapai 1.200 ton per hari, kini dikurangi menjadi 980 ton per hari.
Wakil Wali kota bandung, Erwin mengatakan, salah satu solusi utama adalah memaksimalkan penggunaan mesin insinerator di setiap tempat penampungan sementara (TPS). Mesin ini, membantu mengurangi volume sampah dengan cara membakarnya sehingga dapat menekan penumpukan sampah di kota.
Selain itu, pihaknya mendorong program kawasan bebas sampah (KBS) yang melibatkan peran aktif ketua RW. Program ini bertujuan mengajak masyarakat untuk memilah sampah dan mengurangi penggunaan plastik agar lingkungan di Kota Bandung menjadi lebih bersih dan sehat.
“Kami juga bekerja sama dengan pihak ketiga melalui sistem typing fee untuk mempercepat proses pengangkutan dan pengolahan sampah,” kata Erwin, Senin 6 Oktober 2025.
Menurut ia, pengurangan kuota pembuangan sampah yang mulai berlaku sejak 1 September 2025 menjadi tantangan tersendiri. Karena tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti, tutup setiap hari Minggu sehingga menyebabkan sampah menumpuk di sejumlah titik di Kota Bandung.
"Bahwa inovasi dan kerja sama sangat penting agar Kota Bandung tetap bersih dan nyaman bagi warganya. Kami terus berkoordinasi dengan Pemprov Jabar agar kebijakan pengurangan kuota sampah dapat berjalan efektif tanpa mengganggu masyarakat," ucapnya.
Erwin menambahkan, langkah strategis seperti penggunaan insinerator, program KBS dan kerja sama dengan pihak ketiga. Menunjukkan komitmen Pemkot Bandung dalam menghadapi krisis sampah secara berkelanjutan.
Editor : Ahmad Sayuti

