Penumpukan Sampah di Sungai Saguling Bahayakan Kontruksi, Pengelola Lepas Fleksibel Jembatan Alfian di Batujajar 

Persoalan penumpukan sampah di kawasan tak hanya terjadi di kawasan Sungai Citarum di blok Desa Selacau. Namun juga terjadi di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Penumpukan Sampah di Sungai Saguling Bahayakan Kontruksi, Pengelola Lepas Fleksibel Jembatan Alfian di Batujajar 
Pasalnya, akibat penumpukan sampah yang terjadi di kawasan tersebut Jembatan Alfian atau yang sempat dikenal Jembalas dikabarkan terputus di bagian tengah. (agus satianagara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Persoalan penumpukan sampah di kawasan tak hanya terjadi di kawasan Sungai Citarum di blok Desa Selacau. Namun juga terjadi di Desa Batujajar Barat, Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Pasalnya, akibat penumpukan sampah yang terjadi di kawasan tersebut Jembatan Alfian atau yang sempat dikenal Jembalas dikabarkan terputus di bagian tengah.

Informasi terputusnya bagian jembatan yang menghubungkan Kecamatan Batujajar dengan Kecamatan Cihampelas akibat penumpukan sampah itu sehingga tak bisa dilintasi kendaraan tersebut ramai di media sosial dengan keterangan 'Jembatan Jembalas Putus Lagi'. 

Saat dikonfirmasi, pengelola Jembatan Alfian, Gaston Barus mengatakan jembatan tersebut bukan terputus melainkan sengaja diputus. Hal itu dilakukan untuk memberikan ruang pada pulau sampah dan eceng gondok yang mengambang di badan sungai. 

"Bukan (terputus), sengaja dilepas dulu fleksibelnya. Soalnya di sungai banyak sampah terbawa arus ke hilir, jadi biar bisa lewat (sampah dan eceng gondoknya)," kata Gaston kepada wartawan.

Menurutnya, pemutusan konstruksi atau fleksibel jembatan sepanjang 50 meter itu sudah sering dilakukan. 

Pasalnya, saat musim hujan tiba, maka pulau sampah dan eceng gondol bakal terbentuk. 

"Setiap musim hujan pasti begini. Kalau gak dilepas fleksibelnya, nanti malah membahayakan konstruksi (jembatan) terdorong sampah," kata Gaston.

Kendati demikian, jelas Gaston, pemutusan fleksibel jembatan tersebut tak menentu lantaran menyesuaikan dengan kondisi arus sungai dan sampah yang mengambang. 

"Melihat sikon berapa lamanya, bisa seminggu atau lebih," imbuhnya.

"Cuma yang pasti ditutup dulu, tidak bisa dilalui sementara waktu," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani