Dua Program Bima Arya Dipindahkan dan Dicoret

Setelah alokasi dana program Sekolah Ibu dipangkas, dua program prioritas Wali Kota Bogor Bima Arya dipindahkan dan dicoret. Dua program tersebut adalah pembebasan lahan jalan Regional Ring Road (R

Dua Program Bima Arya Dipindahkan dan Dicoret

INILAH, Bogor – Setelah alokasi dana program Sekolah Ibu dipangkas, dua program prioritas Wali Kota Bogor Bima Arya dipindahkan dan dicoret. Dua program tersebut adalah pembebasan lahan jalan Regional Ring Road (R3) Seksi II dan anggaran subsidi bus angkutan umum.

Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono menyatakan, anggaran pembebasan lahan jalan Regional Ring Road (R3) Seksi II dimasukan ke Biaya Tak Terduga (BTT) dengan alokasi Rp14 miliar. Sementara anggaran subsidi bus angkutan umum dipastikan dicoret.

“Proses alokasi pembebasan lahan R3 harus benar. Misalnya harus didampingi pakar hukum jual beli dan pengadaan tanah. Kita harus berkaca pada kasus pembebasan lahan Warung Jambu Dua. Saat itu DPRD Kota Bogor didesak untuk menyetujui anggaran. Nyatanya anggaran itu bermasalah. Kami lelah berurusan dengan pengadilan,” kata Heri kepada INILAH, Minggu (11/11/2018).

Menurut Heri, Pemkot Bogor jangan ketakutan jalan tersebut ditutup oleh pemilik lahan. Justru harus takut kepada implikasi hukum kalau proses penganggarannya tidak tepat. DPRD Kota Bogor akhirnya menemukan solusi penempatan anggaran di BTT.

“Kita ingin ada aprasial serta penganggaran yang sesuai prosedur," bebernya.

Heri menegaskan, untuk anggaran subsidi bus angkutan umum dipastikan dicoret karena DPRD Kota Bogor mendorong bus beroperasi terlebih dahulu. Saat ini belum bisa dilihat bus itu untung atau merugi. Setelah satu tahun beroperasi, baru dilakukan evaluasi untuk diberi subsidi atau tidak.

"Masa untung tetap diberi subsidi? Kan kalau penumpang banyak, pasti untung. Kami bekerja menyelamatkan harta rakyat agar ditempatkan dipos seharusnya. Makanya kami lebih masukan ke anggaran yang lebih penting yaitu posyandu dan pos Bindu sebagai apresiasi kepada para kader," jelasnya.


Editor : inilahkoran