Eko Oray dan Rizky Yudistira Sedih Sinetron Preman Pensiun Tak Hadir di Ramadan Ini
Sinetron Preman Pensiun yang selama bertahun-tahun menjadi teman setia penonton di Ramadan tidak akan kembali menghiasi layar kaca pada musim puasa tahun ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sinetron Preman Pensiun yang selama bertahun-tahun menjadi teman setia penonton di Ramadan tidak akan kembali menghiasi layar kaca pada musim puasa tahun ini.
Kabar itu diungkapkan dua pemeran Preman Pensiun yakni Eko Oray (pemeran Mawardi alias Mawar) dan Rizky Yudistira (pemeran Deni) yang mengaku masih menantikan kabar kelanjutan proyek yang telah mengubah hidup mereka.
Menurut Eko, meskipun sebelumnya ada rencana untuk melanjutkan syuting Preman Pensiun untuk Ramadan 2026, akhirnya keputusan dibuat untuk membatalkannya.
"Sebenarnya ada wacana jalan lagi, tapi tidak tahu apa pertimbangannya sehingga Preman Pensiun batal di season ini," kata Eko saat ditemui usai mengisi acara podcast di Cibeber, Cimahi Selatan, Selasa 10 Februari 2026.
"Setelah lebaran belum bisa dipastikan, semuanya tergantung dari rumah produksi dan stasiun televisi," jelasnya.
Kendati demikian, kedua aktor itu tidak memilih untuk berdiam diri. Eko Oray baru saja menyelesaikan syuting film layar lebar yang seluruhnya difilmkan di Kota Bandung.
Selain itu, dia tetap aktif sebagai MC acara off-air, terkadang bersama Rizky Yudistira dan rekan-rekan lainnya. Ia juga kini menjadi partner tetap di podcast Basa-Basi (Bahas Sana Bahas Sini), setelah awalnya hanya berperan sebagai bintang tamu di musim pertama.
"Sudah delapan episode saya bergabung sebagai partner Iki," ucapnya.
Sementara itu, Rizky Yudistira menjalani rutinitasnya sebagai pembawa acara di Radio Cakra 90,5 FM setiap hari pukul 22.00-00.00 WIB. Pada akhir pekan, ia tetap mengisi waktu dengan pekerjaan sebagai MC dan pemain lawak, selain terus mengembangkan podcast bersama Eko.
"Alhamdulillah, masih banyak pekerjaan yang datang sehingga kita bisa terus berkarya," ujarnya.
Keduanya bergabung dalam Preman Pensiun sejak season 4, yang syutingnya dimulai pada akhir 2019. Eko mengaku pernah gagal casting pada season 2 tahun 2015 atau 2016, sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan melalui film layar lebar Bike Boys yang juga diproduksi oleh rumah produksi yang sama.
"Setelah Bike Boys tayang, saya dimasukkan ke dalam grup WA yang saya kira ormas, ternyata itu grup pemain Preman Pensiun dengan nama-nama besar seperti almarhum Kang Epi, Ujang, Kang Murad, dan almarhum Kang Pipit," tutur Eko.
Ia tampil sebagai Mawardi hingga season 8, dan hanya muncul satu episode di season 10 karena tidak ada cerita yang berkaitan dengan pasar, tempat karakternya berada.
Sementara Rizky Yudistira yang membawakan karakter Deni tetap ada hingga season 10, dengan cerita yang berpusat di terminal dan kehidupan rumah tangganya bersama Aisyah yang diperankan Lugina Puspita.
Bagi Eko, Preman Pensiun bukan sekadar tempat kerja. "Awalnya hanya sebagai sumber penghasilan, tapi lama-kelamaan rasanya seperti keluarga baru. Saudara-saudara saya tinggal jauh, jadi ketika saya menghadapi kesulitan, teman-teman PP yang selalu ada untuk menghibur dan mendukung," ujarnya.
Menurutnya, sosok almarhum Mang Pipit yang diperankan Ica Naga menjadi sosok panutan khusus baginya, baik dalam cerita maupun di luar syuting. "Almarhum selalu mengarahkan saya, memberi nasihat agar tidak meleset jalan setelah menjadi terkenal," tambahnya.
Uniknya, Eko mengungkapkan, keaslian akting dalam Preman Pensiun datang dari kenyataan bahwa kebanyakan pemain tidak melakukan akting secara konvensional.
"Kita hanya menunjukkan diri kita yang sebenarnya, jadi terkesan natural. Hanya dua orang yang diperbolehkan 'berakting' secara penuh, yaitu almarhum Kang Didi Petet dan almarhum Kang Epi Kusnandar yang memiliki latar belakang teater," ungkapnya.
Sementara itu, Rizky Yudistira melihat Preman Pensiun sebagai sekolah kehidupan yang berharga. "Kita belajar tentang kebersamaan, kekeluargaan, dan bagaimana saling membantu satu sama lain," ucapnya.
"Tidak ada rasa senioritas yang membuat jarak, para senior justru selalu merangkul dan membimbing kita," ujarnya.
Ia mengaku menghadapi tantangan besar dalam membangun karakter Deni yang harus berbeda saat berinteraksi dengan teman di terminal, ibu, dan istri Aisyah.
"Terutama karena pemeran Aisyah masih belum berpengalaman dalam kehidupan rumah tangga, jadi kita harus benar-benar belajar bagaimana dinamika rumah tangga yang sebenarnya," ungkap Rizky.
Namun, membangun chemistry dengan teman-teman seperti Otang dan almarhum Encuy alias Nandi Juliawan jauh lebih mudah.
"Kita selalu bersama setiap hari, tinggal di kamar yang sama, makan dan minum bersama, jadi chemistry terbentuk dengan sendirinya," katanya.
Kedua aktor juga mengaku merasa tertantang dan termotivasi saat harus berbagi layar dengan sosok besar seperti almarhum Kang Epi.
"Kita selalu berdiskusi terlebih dahulu tentang bagaimana cara menyampaikan dialog dan ekspresi yang tepat," ujarnya.
"Para senior selalu mau memberikan masukan dan bahkan menanyakan pendapat kita tentang bagaimana adegan seharusnya berjalan," ucapnya.
Editor : Doni Ramdhani


