Renie Rahayu Fauzi Nilai TMMD Percepat Pembangunan Desa Terpencil
Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi menilai, program TMMD saat ini masih sangat relevan dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perdesaan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Ketua DPRD Kabupaten Bandung Renie Rahayu Fauzi menilai, program Tentara Manunggal Membangun desa (TMMD) saat ini masih sangat relevan dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah perdesaan.
Selain mendorong pembangunan infrastruktur, Renie Rahayu Fauzi mengatakan TMMD juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan serta memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat desa.
“Dengan hadirnya TMMD diharapkan selain untuk mempercepat pembangunan, juga dapat memperbaiki ketahanan sosial dan perekonomian masyarakat desa,” ujarnya Renie Rahayu Fauzi saat pembukaan TMMD Reguler ke-127 di Kampung Simpang Gunung Leutik, desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Selasa 10 Februari 2026.
Menurutnya, melalui TMMD dapat diwujudkan desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Untuk itu, dia mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama secara solid, mulai dari TNI, pemerintahan daerah, DPRD hingga masyarakat.
Dia menegaskan, TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. TNI tidak hanya berperan sebagai garda terdepan pertahanan negara, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam pembangunan desa, khususnya di daerah terpencil.
Dalam kesempatan tersebut, Renie Rahayu Fauzi mengapresiasi Kodim 0624/Kabupaten Bandung yang melalui TMMD akan memperbaiki jalan sepanjang lebih dari 1 kilometer di wilayah Gunung Leutik, desa Cipelah, yang menghubungkan Kabupaten Bandung dengan Kabupaten Cianjur. Selama ini, kondisi jalan tersebut masih berbatu dan sebagian berupa tanah.
“Dengan dibangunnya jalan tembus itu, selain meningkatkan keselamatan pengguna jalan, biaya transportasi masyarakat juga akan menjadi lebih murah,” katanya.
Dia berharap, perbaikan jalan tersebut dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Bahkan, akses jalan yang lebih baik diyakini akan mempermudah wisatawan mengunjungi kawasan wisata Pasirjambu, Ciwidey, dan Rancabali (Pacira), sehingga berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.
“Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah, Forkopimda, serta masyarakat yang telah mendukung Program TMMD, baik secara moril maupun material,” ujarnya.
Program TMMD pada 2026 ini melibatkan sekitar 150 prajurit TNI dan direncanakan berlangsung selama satu bulan. Program tersebut difokuskan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Cipelah, khususnya Kampung Gunung Leutik.
Editor : Doni Ramdhani

