Ekosistem Data Jabar Wujudkan Revolusi Manajemen dan Transparansi Data di Lingkungan Pemprov Jabar

Pemprov Jabar telah menghadirkan Ekosistem Data Jabar yang berfokus pada optimalisasi pengelolaan dan akses data. 

Ekosistem Data Jabar Wujudkan Revolusi Manajemen dan Transparansi Data di Lingkungan Pemprov Jabar
“Dalam pengembangannya, evaluasi terhadap desain maupun fitur-fitur Ekosistem Data Jabar dilakukan untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik,” kata Staf Khusus Gubernur Jawa Barat Bidang Transformasi Digital & Reformasi Birokrasi Juwanda Selasa 29 Agustus 2023. (istimewa)

INILAHKORAN, Bandung - Pemprov Jabar telah menghadirkan Ekosistem Data Jabar yang berfokus pada optimalisasi pengelolaan dan akses data. 

Ekosistem Data Jabar ini untuk memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data yang efisien dan efektif. 

Pada era digital saat ini, data menjadi aset penting yang mendukung proses pengambilan keputusan. Untuk itu, Ekosistem Data Jabar hadir sebagai jawaban. Sebab, di Jabar terdapat tantangan dalam akses dan manajemen data, salah satunya absennya standar kualitas data dan mekanisme integrasi antarsistem di perangkat daerah. 

Selain itu, akses masyarakat dalam mendapatkan data seringkali terhambat birokrasi yang pelik. Untuk itu, Ekosistem Data Jabar hadir untuk menjawab tantangan tersebut.

“Dalam pengembangannya, evaluasi terhadap desain maupun fitur-fitur Ekosistem Data Jabar dilakukan untuk menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih baik,” kata Staf Khusus Gubernur Jawa Barat Bidang Transformasi Digital & Reformasi Birokrasi Juwanda Selasa 29 Agustus 2023.

Dia menjelaskan, pada Agustus 2019, Pemprov Jabar melalui Jabar Digital Service dan Bidang Statistik Diskominfo Jabar meluncurkan Ekosistem Data Jabar. Sistem ini menawarkan berbagai fitur yang memudahkan akses dan pengolahan data, seperti fitur Permohonan Dataset hingga Lacak Dataset.

Pemerintah dan warga tidak hanya dapat mengakses data dalam bentuk kumpulan data (dataset), tetapi juga bisa memanfaatkan berbagai sumber data lainnya, termasuk infografis, artikel, dan data geospasial. Guna memudahkan keterbacaan data dan mendapatkan insight data dengan mudah, setiap data berkualitas yang tersedia diolah menjadi dashboard dengan berbagai topik.

Hingga saat ini, Ekosistem Data Jabar telah terintegrasi dengan 19 kabupaten/kota di Jawa Barat. Sistem manajemen layanan hotline pada Ekosistem Data Jabar pun telah mendapatkan sertifikasi ISO 20000-1:2018 per Desember 2022. Ini merupakan bukti dari dedikasi dan komitmen Pemdaprov Jabar dalam menyediakan sistem layanan data yang terstandardisasi dan terpercaya.

“Ekosistem Data Jabar telah membuat kemajuan signifikan dalam pengelolaan dan akses data. Misalnya, sejak implementasinya, 3.819 data khusus PD telah memfasilitasi proses pengambilan keputusan di lingkungan Pemdaprov Jawa Barat,” jelas Juwanda.

Selain itu, proses permohonan data bagi publik yang tadinya memakan waktu hingga satu bukan, kini dapat dipangkas menjadi hanya 3-4 hari saja. Lebih dari 16.000 data yang di-download per tahun 2022 terbukti telah bantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan data mereka.

Tak hanya pengembangan produk, pihaknya juga berupaya mengembangkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)–dalam hal ini PD–melalui Jawara Data, serta menyelenggarakan event Jabar Data Viz Festival sebagai upaya peningkatan literasi data bagi masyarakat.

Meski Ekosistem Data Jabar telah menghasilkan dampak positif yang signifikan, pengembangan hingga peningkatan layanan akan terus dilakukan untuk berikan yang terbaik bagi para pengguna. Di antaranya dengan menyusun standar kualitas data dan mengintegrasikan mekanisme antar sistem dengan seluruh PD di kabupaten/kota.

Selain itu, sosialisasi mengenai Ekosistem Data Jabar akan digencarkan untuk membantu meningkatkan penggunaan dan adopsi sistem ini oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

“Ekosistem Data Jabar terbukti telah menjadi sebuah inisiatif yang berharga dalam meningkatkan transparansi dan aksesibilitas data. Dengan optimalisasi yang lebih lanjut, Ekosistem Data Jabar memiliki potensi untuk menjadi solusi ekosistem data yang unggul, mendukung pembangunan masyarakat dan pemerintahan yang berbasis data,” pungkas Juwanda.*** (rianto nurdiansyah)


Editor : Doni Ramdhani