Ekskul Angklung SMKN 13 Bandung, Media Refreshing bagi Siswa
Ekskul Angklung SMKN 13 Bandung menjadi sarana pembelajaran bagi siswa-siswinya untuk mengenal lebih dekat terkait alat musik tradisional yang sudah melegenda ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Ekskul Angklung SMKN 13 Bandung menjadi sarana pembelajaran bagi siswa-siswinya untuk mengenal lebih dekat terkait alat musik tradisional yang sudah melegenda ini.
Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Bandung memiliki sejumlah ekstrakurikuler (ekskul) yang bisa dipilih oleh siswanya, salah satunya adalah angklung SMKN 13 Bandung.
Ekskul ini setiap tahunnya selalu saja dibanjiri oleh anggota baru. Mereka bukan hanya mendaftar lantas menghilang, namun setiap berkegiatan, seluruh siswanya ini dipastikan hadir.
Ekskul angklung SMKN 13 Bandung sebagai wadah untuk melatih siswa-siswinya berkreativitas melalui alat musik angklung. Untuk menumbuhkan rasa minat anak-anak terhadap alat musik tradisional itu sendiri, saat ini alat musik tradisional angklung sudah mulai dilupakan.
"Di samping itu untuk refreshing juga, karena kan kita sekarang memiliki jadwal mata pelajaran yang padat, dengan mereka bermain angklung sedikit ada hiburan lah," kata Pembina Ekskul Angklung SMKN 13 Bandung, Mega Permatasari, kepada INILAHKORAN, Jumat (20/9/2018).
Dia mengungkapkan, ekskul angklung SMKN 13 Bandung memiliki agenda latihan rutin setiap sepekan sekali. Dalam sesi latihan ini, secara umum mereka akan diperkenalkan dengan alat musik angklung, bermain nada-nada dasarnya, belajar notasi dan lagu yang baru dan lainnya.
Siswa yang aktif di ekskul angklung, kata Mega, mereka akan mendapatkan manfaat yang besar. Selain bisa mengenal dan memainkan alat musik angklung, mereka juga bisa menambah rasa percaya dirinya.
"Mereka (siswa) kan, bisa tampil di beberapa tempat, misalnya di lingkungan sekolah, maupun di luar sekolah. Sejauh ini yang aktif sebanyak 45 orang," ucapnya.
Dia berharap, ekskul angklung SMKN 13 Bandung, ke depannya jauh lebih baik lagi. Selain itu, anak-anaknya juga semakin kreatif dan bisa mengikuti lomba-lomba di luar. (Okky Adiana)
Editor : suroprapanca

