Empat Hari Pasca Dilahirkan, Begini Kondisi Bayi yang Lahir di Atas Tandu di Rongga KBB

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) memastikan kondisi bayi perempuan yang dilahirkan dalam sebuah proses persalinan dramatis, di jalanan berbatu Kampung Langkob, RT 01/RW 04, Desa Bojongsalam, Kecamatan Rongga beberapa waktu lalu dalam kondisi sehat.

Empat Hari Pasca Dilahirkan, Begini Kondisi Bayi yang Lahir di Atas Tandu di Rongga KBB
Istimewa
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Deni Achmad mengatakan, bobot bayi dengan jenis kelamin perempuan tersebut mengalami kenaikan pasca dilahirkan 4 hari lalu.
"Jadi saat dilahirkan bobotnya 2,7 kilogram, sekarang bertambah menjadi 2,9 kilogram dan memiliki tinggi badan 48,5 cm," kata Deni kepada wartawan, Rabu 10 Juli 2024.
Selain bayinya, sang ibu yakni Dina Lorenza pun dipastikan dalam kondisi sehat. Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tekanan darahnya pun normal, yakni 110/80.
Menurutnya, penangan medis sudah dilaksanakan oleh bidan desa dengan melalukan pemeriksaan ibu dan bayinya. 
"Ibunya juga sudah diberi vitamin, dan bayinya sudah mendapat vaksin," katanya.
Tak hanya itu, sambung Deni, ibu dari bayi tersebut juga mendapat bimbingan cara perawatan bayi. Bahkan, pihak Kecamatan Rongga dan Desa Bojongsalam sudah memberikan bantuan sembako, baby kit, dan family kit.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) KBB, Mochamad Ridwan mengatakan, bahwa jalan di Kampung Langkob itu berstatus jalan kabupaten yang sebelumnya jalan desa.
"Panjang jalan yang rusak sekitar 5 kilometer. Rencananya memang akan diperbaiki menggunakan dana community development (comdev) pembangunan Upper Cisokan," kata Ridwan.
Ridwan menerangkan, wilayah Kampung Langkob termasuk daerah yang terdampak pembangunan Upper Cisokan. Oleh karen itu, pembiayaan  perbaikannya  dari comdev atau CSR Upper Cisokan.
"Untuk realisasi perbaikan menunggu hasil komunikasi antara Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah KBB dengan pihak PT PLN. Masalahnya diperbaiki oleh kami, nanti malah bisa tumpah tindih anggaran," ucapnya.***


Editor : JakaPermana