Empat Korban Hilang Belum Ditemukan, Ini Kendalanya...
Hingga hari kedelapan pascabencana banjir bandang dan longsor, Tim Tanggap Bencana Kabupaten Bogor belum berhasil menemukan korban tertimbun longsor dan hanyut terbawa arus Sungai Cidurian.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Sukajaya - Hingga hari kedelapan pascabencana banjir bandang dan longsor, Tim Tanggap Bencana Kabupaten Bogor belum berhasil menemukan korban tertimbun longsor dan hanyut terbawa arus Sungai Cidurian.
Penanggung Jawab Tim Tanggap Bencana Brigjen TNI Novi Helmy Prasetya mengatakan, anggota tim relatif kesulitan menemukan para korban karena tebalnya lumpur material longsor dan banjir. Selain itu, puing-puing di Kampung Sinar Harapan sebagai titik lokasi pencarian pun menambah kesulitan pencarian.
"Walaupun Tim Tanggap Bencana sudah melibatkan anjing pelacak dari Satuan Brimob dan alat water presser, hingga saat ini kami belum menemukan tubuh tiga korban yaitu Amri (38), Saroh (48), dan Cicih (8). Kendala dalam pencarian atau evakuasi ini adalah tebalnya lumpur dan banyaknya puing-puing bangunan," katanya kepada wartawan, Kamis (9/1/2020).
Pria yang menjabat sebagai Komandan Korem 061/Surya Kencana ini menambahkan, selain ketiga korban yang tertimbun longsor itu Tim Tanggap Bencana juga masih mencari Hilmi (15) yang notabene korban hanyut di Sungai Cidurian.
"Saat ini, kami masih mencari tubuh Hilmi hingga ke perbatasan Kabupaten Lebak. Sampai hari Minggu (12/1/2020) pukul 23.59 WIB nanti, kami masih akan melakukan pencarian. Setelah itu, kami akan rapatkan apakah menambah waktu pencarian ke empat korban selama tiga hari atau kalau pun dihentikan kami minta persetujuan keluarga, RT/RW, dan kepala desa untuk menyatakan status meningal dunia kepada keempat korban hilang," tambahnya.
Dia menjelaskan, dalam pencarian tubuh para korban ini Tim Tanggap Bencana tidak bisa menggunakan alat berat karena terjal atau curamnya medan Kampung Sinar Harapan.
"Alat berat tidak memungkinkan ke lokasi longsor di Kampung Sinar Harapan karena memang tidak memungkinkan, bahkan kalau kita paksakan alat berat itu juga akan tenggelam," tambahnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Doni Ramdhani

