Empat Parpol ini Punya Masalah Personal, Jadi Penghalang Koalisi di Pilbup Bogor 2024
Koalisi gemuk (banyak partai politik) tidak bakal terjadi di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024, hal itu dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor- koalisi gemuk (banyak partai politik) tidak bakal terjadi di Pemilihan Bupati (Pilbup) Bogor 2024, hal itu dikatakan pengamat politik dan kebijakan publik Yusfitriadi.
Hal itu, karena ada permasalahan personal di beberapa partai politik (Parpol). Hingga tidak memungkinkan beberapa Parpol kembali bekerjasama seperti Partai Demokrat dengan Partai Nasdem, Partai Gerindra dengan PPP.
"Permasalahan personal misal Asep Wahyuwijaya dengan pimpinan DPC maupun DPD Partai Demokrat, lalu Iwan Setiawan (Partai Gerindra) dengan Rahmat Yasin (PPP) menjadi kemungkinan kecil mereka kembali berkoalisi di Pilbup Bogor 2024," kata Yusfitriadi kepada wartawan, Rabu 29 Mei 2025.
Akibatnya, sambung Yusfitriadi. Bakal ada tiga atau empat pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Bogor di Pilbup kali ini.
"Empat Parpol diatas tidak akur, saya memprediksi ada empat pasangan Cabup-Cawabup di Pilbup Bogor 2024," sambungnya.
Walaupun tidak koalisi gemuk, ayah dua orang anak itu menuturkan ada kemungkinan koalisi Parpol yang cukup dominan karena jumlah kursinya di DPRD Kabupaten Bogor terbilang banyak.
"Misal Partai Golkar, Partai Demokrat berkoalisi dengan PAN, lalu PPP, PDI Perjuangan berkoalisidengan PKS, PKB, Nasdem dengan Gerindra. Satu pasangan Cabup-Cawabup Bogor lainnya dari jalur perseorangan Gunawan Hasan dan Rudi Harianto," tuturnya.
Yusfitriadi melanjutkan bahwa ada kemungkinan dalam waktu dekat akan ada deklarasi antara beberapa Parpol, untuk menunjukkan keseriusan mereka dalam Pilbup Bogor.
"Kabarnya sih akan ada deklarasi koalisi, Pilbup Bogor 2024 bakal mulai menghangat," lanjutnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti
