Erick Thohir Usai Timnas Putri Kalah dari Pakistan: Butuh Waktu dan Kesabaran

Ketua Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara usai kekalahan timnas putri Indonesia dari Pakistan dalam laga kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.

Erick Thohir Usai Timnas Putri Kalah dari Pakistan: Butuh Waktu dan Kesabaran
Erick Thohir Usai Timnas Putri Kalah dari Pakistan: Butuh Waktu dan Kesabaran

INILAHKORAN, Bandung – Ketua Umum PSSI Erick Thohir angkat bicara usai kekalahan Timnas Putri Indonesia dari Pakistan dalam laga kedua Grup D Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang.

Dalam laga tersebut, Garuda Pertiwi harus mengakui keunggulan Pakistan dengan skor 0-2.

Tim asuhan Satoru Mochizuki tampil di bawah ekspektasi. Mereka terlihat tidak bermain lepas dan kesulitan membendung permainan efektif dari tim tamu. Dua gol Pakistan dicetak oleh Nadia dan Suha Hirani melalui titik penalti.

“Ya, tentu kita harapkan hari ini menang. Tapi memang mereka seperti main tidak lepas. Maklum masih usia muda,” ujar Erick Thohir dikutip dari ANTARA.

Kekalahan ini membuat posisi Indonesia melorot ke peringkat ketiga klasemen sementara Grup D. Meski memiliki tiga poin yang sama dengan Pakistan, Indonesia kalah dalam rekor pertemuan langsung. Taiwan masih memimpin klasemen grup, dan hanya juara grup yang berhak lolos ke putaran final Piala Asia Putri 2026 di Australia.

Meski hasil ini mengecewakan, Erick memilih untuk melihat dari sudut pandang jangka panjang. Ia menilai proses pembentukan Timnas Putri yang kuat tidak bisa instan dan membutuhkan fondasi yang kokoh serta waktu yang tidak singkat.

“Tapi tadi saya sampaikan di dalam locker room, di bulan Agustus ini menjadi pelajaran buat mereka untuk di kejuaraan U-20 AFC. Di mana sebagian besar semua bisa main,” ungkap pria berusia 55 tahun itu.

Menurut Erick, banyak hal yang bisa dipetik dari kekalahan ini. Salah satu catatan penting adalah lemahnya penyelesaian akhir dari para pemain Garuda Pertiwi.

“Hari ini kesempatannya banyak tapi penyelesaian akhir di depan belum. Memang ini salah satu nanti yang kita harus perbaiki,” tambahnya.

Erick berharap pengalaman di kualifikasi ini menjadi pijakan penting bagi perkembangan para pemain muda yang nantinya bisa tampil lebih maksimal di kelompok umur U-20, U-22, hingga level senior.

“Jadi ini biar menjadi pelajaran buat mereka. Dan mudah-mudahan di tahun depan mereka terus meningkat. Dan di usia-usia mereka nanti di U-22, U-23 bisa lebih maksimal lagi ke depan. Perlu kesabaran,” tutupnya singkat namun penuh makna.***


Editor : Yosep Saepul Ramadan