Farhan : Urusan Perumda Pasar Harus Diselesaikan Secara Bisnis, Bukan Politik

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi, aksi unjuk rasa pedagang pasar yang menuntut audit terhadap Perumda Pasar Juara.

Farhan : Urusan Perumda Pasar Harus Diselesaikan Secara Bisnis, Bukan Politik
Wali Kota Bandung M Farhan

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menanggapi, aksi unjuk rasa pedagang pasar yang menuntut audit terhadap Perumda Pasar Juara.

Ia menegaskan, penyelesaian konflik antara pedagang dan manajemen pasar harus diselesaikan secara profesional, tanpa campur tangan politik.

"Ini urusan antara pelaku bisnis. Kalau wali kota ikut turun langsung, itu artinya saya mengambil alih manajemen dan itu tidak boleh. Saya ini regulator, bukan pemain," kata Farhan, Selasa 3 Juni 2025.

Menurutnya, tuntutan audit dan persoalan transparansi sebaiknya dibahas dalam mekanisme formal seperti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Ia juga menyebut, aksi demonstrasi adalah bentuk kebebasan berpendapat yang sah. Namun manajemen Perumda harus bisa menunjukkan kapasitasnya dalam menyelesaikan konflik tersebut.

"Kalau pedagang merasa tidak puas, cari titik temu. Ini negosiasi bisnis, bukan urusan politik. Tidak bisa diselesaikan dengan tekanan politik," ucapnya.

Terkait isu ketidaktransparanan dalam kerja sama pihak ketiga, Farhan menegaskan pihaknya tidak ikut campur dalam urusan tersebut.

Hal ini, kata ia penting untuk menjaga integritas dan menghindari konflik kepentingan.

"Kalau pemerintah ikut memilih mitra kerja sama, siapa yang bisa menjamin tidak ada konflik kepentingan? Ini era baru. Manajemen harus profesional dan bertanggung jawab," ujar dia.

Farhan juga menanggapi kritik terkait manajemen yang belum menunjukkan hasil signifikan. Menurutnya, manajemen baru dilantik akhir tahun lalu dan perlu waktu untuk membuktikan kinerja.

Karena itu, ia belum akan mengambil langkah pergantian direksi. "Kalau memang nanti terbukti tidak mampu, ada waktunya dievaluasi di RUPS. Tapi sekarang, beri mereka waktu bekerja," tandasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti