Ferdiansyah Dorong PPG Perkuat Profesionalisme Guru, Soroti Ketimpangan Distribusi

Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menegaskan pentingnya PPG sebagai upaya mencetak guru yang profesional sekaligus menjawab persoalan distribusi tenaga pendidik.

Ferdiansyah Dorong PPG Perkuat Profesionalisme Guru, Soroti Ketimpangan Distribusi
Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah saat ditemui awak media di sela kegiatan lokakarya Pemenuhan Kebutuhan Guru Melalui PPG Calon Guru. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah menegaskan pentingnya Pendidikan Profesi guru (PPG) sebagai upaya mencetak guru yang profesional sekaligus menjawab persoalan distribusi tenaga pendidik di Indonesia.

Hal itu disampaikan Ferdiansyah saat kegiatan lokakarya bertajuk "Pemenuhan Kebutuhan guru Melalui PPG Calon guru" yang diselenggarakan Direktorat Jenderal guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan guru (Ditjen GTKPG) melalui Direktorat Pendidikan Profesi guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), bekerja sama dengan DPR di Hotel Horison Tasikmalaya, Selasa (28/7/2026).

Menurut Ferdiansyah, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai pelatihan dan sosialisasi yang sebelumnya telah dilakukan Direktorat Pendidikan Profesi guru. Lokakarya ini juga menjadi ajang untuk memastikan kesiapan pelaksanaan PPG yang dijadwalkan berlangsung pada 3-7 Agustus 2026.

"Kegiatan ini mengecek kembali. Sebenarnya berkali-kali Pak Ferry sebagai Direktur Pendidikan Profesi guru melakukan pelatihan dan sosialisasi. Ini konteks mengecek kembali, karena pada tahap akan dimulainya Pendidikan Profesi guru pada tanggal 3 sampai 7 Agustus," ujar Ferdiansyah.

Dia menjelaskan, PPG juga dipersiapkan bagi lulusan sarjana yang belum berprofesi sebagai guru. Melalui program tersebut, peserta akan memperoleh materi kependidikan sebagai bekal sebelum terjun ke dunia pendidikan.

Menurutnya, calon guru harus memenuhi empat kompetensi utama, yakni kompetensi sosial, kepribadian, profesional, dan pedagogik. Dengan demikian, guru yang dihasilkan diharapkan mampu menjalankan tugasnya secara profesional.

"Harapannya setelah melakukan Pendidikan Profesi guru ini, guru lebih profesional, lebih terintegrasi, lebih holistik, dan lebih komprehensif dalam melakukan profesinya sebagai guru," katanya.

Selain peningkatan kualitas guru, Ferdiansyah mengatakan pihaknya bersama Direktorat Pendidikan Profesi guru juga akan mengkaji rasio ideal antara jumlah guru dan peserta didik pada setiap jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

Kajian tersebut, lanjutnya, diharapkan menjadi dasar penyusunan kebijakan nasional untuk memetakan kebutuhan guru secara lebih akurat.

"Kita ingin mengetahui satu guru idealnya menangani berapa siswa. Ketika itu ditetapkan secara nasional, kita tahu berapa kekurangan guru. Sekarang ini sebenarnya lebih banyak pada posisi kekurangan guru karena distribusinya yang jelek," ujarnya.

Lokakarya tersebut turut dihadiri Direktur Pendidikan Profesi guru Ditjen GTKPG Kemendikdasmen Ferry Maulana Putra, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra, serta para peserta lokakarya dari berbagai unsur pendidikan.


Editor : Doni Ramdhani