Festival 2.151 Awug, Purwakarta Kembali Sabet Rekor Muri

Kabupaten Purwakarta kembali menorehkan catatan di museum rekor indonesia (Muri). Torehan yang didapat kali ini, bertepatan dengan puncak peringatan hari jadi Purwakarta ke 188 dan Kabupaten Purwakarta ke 51.

Festival  2.151 Awug, Purwakarta Kembali Sabet Rekor Muri
Foto: Asep Mulyana

INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta kembali menorehkan catatan di museum rekor indonesia (Muri). Torehan yang didapat kali ini, bertepatan dengan puncak peringatan hari jadi ke-188 Purwakarta dan HUT ke-51 Kabupaten Purwakarta.

Adapun rekor yang didapat kali ini melalui Festival Budaya Nyi Pohaci yang diisi dengan kegiatan ‘Ngarak Awug’ dengan kategori peserta terbanyak. Menurut informasi, raihan dari Muri ini merupakan yang ke-9 kalinya didapat Kabupaten Purwakarta terhitung sejak 2011 lalu.

Pantauan INILAH di lokasi, animo masyarakat ternyata cukup tinggi dalam kegiatan ‘ngarak Awug’ tersebut. Tak heran, saat itu peserta pun terlihat membludak. Bahkan, iring-iringan masyarakat yang membawa tentengan berupa kue awug itu telah menyemut di sepanjang Jalan Sudirman hingga Jalan RE Martadinata.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini,‎ tak lain merupakan seluruh pegawai di lingkungan pemkab, unsur Muspida, Ormas, sejumlah lapisan masyarakat umum lainnya. Dalam Festival tersebut, peserta yang datang hanya diminta untuk berjalan kaki dari mulai Bunderan Patung Egrang (Jalan Sudirman) hingga Jalur di sekitar perkantoran pemkab sembari membawa tentengan berupa kue Awug yang dihias menyerupai tumpeng.

Manager Operasional Muri Triyono menuturkan, penilaian kali ini yakni rekor pawai Awug terbanyak. Rekor yang ditorehkan ini, tercatat sebagai jumlah awug terbanyak di Indonesia maupun dunia. Adapun jumlah yang dihitung yakni sebanyak 2.151 awug.

“Jumlah peserta pawai lebih 5.600 orang, tapi yang kami nilai itu jumlah tumpeng Awug yang dibawa peserta, totalnya 2.151. Rekor ini tidak hanya di Indonesia, tapi dunia,” ujar Triyono.

Dia menjelaskan, langkah yang diambil Pemkab Purwakarta patut diapresiasi karena peduli terhadap budaya lokal, terutama pada makanan tradisional. Dia berharap, Purwakarta bisa tetap konsisten untuk menjaga dan merapat segala yang menjadi kearifan lokal.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, pemecahan rekor ini pada dasarnya bukanlah target utama. Tapi, dari festival ini diharapkan dapat membangun kesadaran masyarakat supaya bisa lebih menjaga kearifan lokal.

“Harapan kami, kegiatan ini bisa memberi manfaat yang banyak, khususnya bagi pariwisata kabupaten Purwakarta yang berbasis kuliner maupun pariwisata yang lainnya.

Selain itu dalam acara tersebut mengingatkan kembali akan pentingnya pertanian yang hari ini mulai dilupakan terutama berkaitan dengan areal pesawahan, selain itu memperkenalkan khasanah citra rasa kuliner tradisional.

“Awug ini kan makanan tradisional, sampai hari ini makanan itu masih di proses dengan cara yang tradisional belum ada alat teknologi yang bisa menggantikan proses pembuatan awug itu sendiri. Kearifan lokal ini yang harus dipertahankan,” pungkasnya. (Asep Mulyana)


Editor : Doni Ramdhani