Frisian Flag Indonesia Dongkrak Produktivitas Susu
DDP sejauh ini menjangkau lebih dari 20 ribu peternak sapi perah. Program FFI itu guna meningkatkan produktivitas susu di Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - DDP sejauh ini menjangkau lebih dari 20 ribu peternak sapi perah. Program FFI itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas susu di Indonesia.
Tak hanya mengembangkan produktivitas, PT Frisian Flag Indonesia (FFI) pun melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan kapabilitas para peternak sapi perah lokal. Corporate Affairs Director FFI Andrew F Saputro mengatakan, untuk itu pihaknya memiliki program program Dairy Development Program (DDP).
Hingga saat ini, DDP menjangkau lebih dari 20 ribu peternak sapi perah dan bermitra dengan 15 koperasi, kelompok peternak, dan mega farm yang tersebar di berbagai titik di Pulau Jawa dan Sumatera. Tujuan utama program tersebut yakni memusatkan perhatian pada peningkatan terhadap kesejahteraan melalui pengembangan kapabilitas komunitas peternak sapi perah mengenai good dairy farming practice (GDFP). Di antaranya melalui teknik peternakan, manajemen peternakan, dan kebersihan kandang.
Baca Juga: Tingkatkan Produksi Sapi Perah, Frisian Flag Indonesia Renovasi Kandang Peternak
Menurutnya, melalui upaya tersebut peternak diharapkan dapat meningkatkan standar tata kelola dan tata laksana peternakan. Ujungnya, peningkatan kualitas dan kuantitas produksi susu segar dalam negeri (SSDN) bisa terealisasi.
“Program DDP didukung para ahli dari perusahaan untuk memberikan pelatihan dalam bidang pengetahuan nutrisi hewan, manajemen kandang, perawatan, pembibitan, reproduksi, dan pemeliharaan pedet,” kata Andrew di Bandung, Kamis 18 November 2021.
Dia menuturkan, FFI melalui program DDP juga membuat beberapa peternakan percontohan sebagai benchmark peternakan ideal dengan memanfaatkan material lokal. Beberapa program yang dijalankan juga merupakan hasil kolaborasi dari berbagai pihak dan dukungan dari berbagai mitra, salah satunya kerja sama dengan Pemerintah Kerajaan Belanda.
Baca Juga: Ikut Peduli Dampak Covid-19, Frisian Flag Sumbang Produk Senilai Rp4 Miliar
Lebih detail, Andrew menjelaskan, beberapa program DDP yang dijalankan yakni Milk Collection Point (MCP). Melalui kemitraan dengan Koperasi Peternak Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Kabupaten Bandung sejak 2015 FFI membangun MCP bersistem barcode digital untuk membantu peternak sapi perah lokal dalam meningkatkan kualitas dan mendapatkan harga susu yang lebih adil.
“Kehadiran MCP ini bertujuan untuk menjaga jumlah TPC (total plate count) atau bakteri yang terkandung dalam susu serendah mungkin. Semakin rendah nilai TPC yang terkandung di dalam susu segar, maka semakin tinggi kualitasnya. Dengan sistem tersebut, peternak akan mendapatkan harga susu yang adil dan sesuai dengan kualitas susu yang dihasilkan,” tuturnya.
Hingga saat ini, KPBS dan FFI telah membangun MCP digital di 7 titik kelompok ternak di Pangalengan yang berlokasi di Los Cimaung, Warnasari, Cipanas, Citere, Mekar Mulya, Lembang Sari, dan Gunung Cupu. Hingga tahun 2021, sebanyak 1.034 peternak sapi perah telah difasilitasi 7 MCP tersebut untuk membantu peternak sapi perah dalam mendapatkan penilaian kualitas susu segar yang valid dan penetapan harga yang adil.
Baca Juga: Di Cirebon, Frisian Flag Indonesia Berikan Edukasi Gizi #IndonesiaSIAP
Di lokasi lain, FFI memiliki program Dairy Village. Program itu merupakan sebuah percontohan peternakan sapi perah modern dan berkelanjutan pertama di Indonesia yang berlokasi di Ciater, Kabupaten Subang. Di program itu, sejak 2016 berkat kerja sama FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang yang lahannya disediakan PTPN VIII. Hal ini merupakan cerminan dukungan FFI kepada pemerintah Indonesia dalam mewujudkan swasembada susu.
“Selain dua program tersebut, FFI menjalankan program Farmer2Farmer, Young Farmers Academy, Bewara, Barn Renovation, dan Women Empowerment in Dairy,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Putu Juli Ardika menyebutkan keberhasilan pola kemitraan yang dilakukan FFI itu dalam upaya memenuhi kebutuhan bahan baku susu maupun pemberdayaan masyarakat peternak sapi perah.
Baca Juga: Sebarkan Kebaikan Susu, Frisian Flag Gandeng Akademisi
Hingga triwulan III 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor industri agro mampu tumbuh positif sebesar 2,39%. Capaian itu diakuinya menunjukkan sinyalemen positif jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sektor industri agro tercatat pada angka negatif 0,45%.
“Jika ditinjau dari sisi kontribusi, sektor industri agro hingga triwulan III 2021 ini berperan terhadap pertumbuhan nasional sebesar 8,77% atau 51,16% terhadap pertumbuhan industri pengolahan nonmigas,” kata Putu.***(dnr)
Editor : inilahkoran

