Gage Dibuat Lebih Ketat, Ini Langkahnya

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor memutuskan ganjil genap (Gage) diperpanjang seiring dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Gage Dibuat Lebih Ketat, Ini Langkahnya
Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor. (rizki mauludi)

INILAH, Bogor - Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor memutuskan ganjil genap (Gage) diperpanjang seiring dengan diperpanjangnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Bahkan Gage akan lebih diperketat diparkiran dan parkiran pasar dengan dibentuk posko-posko Protokol Kesehatan (Posko) dilokasi-lokasi yang dianggap rawan pelanggaran terutama di pasar-pasar.

Wali Kota Bogor yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Bima Arya mengatakan, hari ini pihaknya melakukan rangkaian rapat, secara internal Satgas Covid-19 Kota Bogor melakukan evaluasi, kemudian menerima arahan dari Gubernur Jawa Barat. Kemudian berdasarkan instruksi Mendagri bahwa Kota Bogor masih berada di level 4 bersama wilayah aglomerasi.

Diketahui angka menunjukkan bahwa situasinya membaik, angka positif aktif sudah di 3.000-an, ketika awal PPKM mencapai 8.000 orang yang aktif positif. Sudah jauh menurun, angka kematian dan kesembuhan lebih membaik. Secara umum hari ini lebih ditekan lagi supaya lebih naik ke level 3. Kalau mau naik ke level 3 angka positifnya harus ditekan dibawah 100 orang per hari.

“Angka keterawatan di RS harus ditekan lagi, ini BOR juga jauh lebih membaik. Karena itu Satgas melakukan beberapa langkah, Kapolresta Bogor Kota akan menyampaikan detail," ungkap Bima kepada wartawan di teras Balai Kota Bogor pada Selasa (3/8/2021) sore.

Bima melanjutkan, kebijakan mengurangi mobilitas dan kerumunan tetap dilakukan, Gage masih dilanjutkan, kemudian fokus terhadap kegiatan testing dan tracing. Ditargetkan 1:15 tracing ini, satu positif maka 15 orang harus di tracing dalam waktu 72 jam dengan perkuat tim tracing. Lalu diperkuat pengawasan Isoman jangan sampai ada perburukan hingga dibawa ke RS.

"PPKM di tingkat wilayah harus lebih diperkuat oleh camat, lurah, RW dan RT. Semua masih sama kebijakan di level 4, kebijakan terkait pasar tradisional dan rumah makan masih sama. Vaksin masih terus digenjot, hari ini sudah mampu mentargetkan satu hari 17 ribu vaksin tapi tergantung pada suplai vaksin dari pusat," terangnya.

Bima menambahkan, kalau suplai lancar maka bisa selesai sesuai target, tetapi kalau tidak ya bisa mundur lagi. Ada juga di batalyon Yonif 315/Garuda untuk mencapai parhari bisa mencapai 17 ribu.

Bima menjelaskan, Pemkot Bogor juga pada Rabu (4/8/2021) akan melaunching program ASN peduli, kontribusi ASN Kota Bogor yang dialokasikan untuk membelanjakan kebutuhan warga yang terpapar untuk dipenuhi sari UMKM terdekat. Nanti ada anggaran dari ASN ke kelurahan kemudian kelurahan yang membelanjakan warung dan UMKM sekitar.

"Bisa juga membagikan hasil belanja untuk buruh harian lepas, pekerja lepasan dan karyawan yang terdampak. Program akan berlangsung selama satu bulan, karena hitungan September 2021 sudah mulai relaksasi. Kami mulai siapkan langkah untuk membantu warga di bawah, dari posko darurat juga menambah program bantuan dari pusat untuk kepedulian sosial," terangnya.

Di tempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro mengatakan, terkait pembatas mobilitas, Gage akan diperpanjang sampai tanggal 9 Agustus 2021 sesuai perpanjangan PPKM karena kondisi Kota Bogor masih dalam zona merah. Gage juga telah diterapkan di Sumedang, ini juga Kota Bogor akan selaraskan Gage dengan Kabupaten Bogor.

"Kami masih berkoordinasi, Kabupaten Bogor menerapkan Gage untuk mendukung kebijakan Kota Bogor. Agar mobilitas bisa ditekan, terkait pasar dan lainnya akan diperketat dengan adsnya posko protokol kesehatan (Prokes) di masing-masing lokasi. Ini diatur untuk pengunjung dengan Gage tersebut," tegasnya.

Sementara itu, Dandim 0606/ Kota Bogor, Kolonel Inf Robby Bulan mengatakan, untuk mendukung aktifitas yang dilakukan pemerintah, kepada masyarakat apabila tidak ada kepentingan yang mendesak, agar dirumah saja. Ini hal penting untuk penurunan level Kota Bogor, TNI dan Polri akan menyalurkan bantuan terutama bantuan sembako.

"Kami juga ada bantuan dari pemerintah untuk 50 ribu warga dan bantuan obat untuk 1.000 warga. Masih ada 3.000 yang masih sakit," pungkasnya. (rizki mauludi)


Editor : suroprapanca