Ganti Nama Jadi Sekolah Kebangsaan Barak Istimewa, Dedi Mulyadi Klaim Tawuran Turun di Daerah yang Melaksanakannya

Pendidikan karakter Panca Waluya bagi anak bermasalah, dikatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah berganti nama.

Ganti Nama Jadi Sekolah Kebangsaan Barak Istimewa, Dedi Mulyadi Klaim Tawuran Turun di Daerah yang Melaksanakannya
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

INILAHKORAN, Bandung - pendidikan karakter Panca Waluya bagi anak bermasalah, dikatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah berganti nama.

Kini namanya, sekolah kebangsaan barak Istimewa. Dimana gelombang kedua telah dilaksanakan, yakni di Dodik Rindam III Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat sejak Selasa 10 Juni 2025 kemarin.

Sebagian diantaranya, 45 peserta merupakan siswa SMA dan SMK dari daerah Kabupaten Subang, Purwakarta dan Karawang.

sekolah kebangsaan barak Istimewa ini berlanjut kata Dedi, karena diklaimnya berhasil. Selain pada gelombang pertama lalu, yang diikuti 273 siswa berjalan lancar.

Juga ketika dilaksanakan di Kota Depok beberapa waktu lalu, lantaran sempat terjadi tawuran antar siswa atau anak.

"Nama pendidikannya sekarang adalah sekolah kebangsaan barak Istimewa. Kemarin lulusan dari Depok sudah diwisuda. Kemudian kita beberapa daerah juga akan melaksanakan hal yang sama," ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Daerah atau kabupaten/kota yang tidak melaksanakan pendidikan karakter ungkap dia, masih terjadi tawuran dan anak yang mabuk-mabukan.

Berbeda dengan wilayah yang telah melaksanakan, dimana klaim Dedi telah terjadi penurunan kenakalan remaja secara signifikan.

"Karena terbukti daerah yang tidak melaksanakan, tawurannya masih ada, yang mabuknya masih banyak. Daerah yang sudah melaksanakan, grafiknya makin menurun," ucapnya.

Sisi lain, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan, program sekolah kebangsaan barak Istimewa ini telah mendapat penyesuaian kurikulum.

Sehingga, pelajaran yang mereka dapatkan sesuai porsi ketika melakoni pendidikan di sekolah umum.

"Ini namanya Dodik, orang-orang bilang barak militer, tapi barak militernya ini bukan untuk latihan perang ya," ujar Sekda Herman, dikutip dari akun media sosialnya.

Menurutnya, pendidikan karakter disesuaikan dengan filosofi Panca Waluya dengan tujuan membentuk anak menjadi cageur (sehat jasmani), bageur (berperilaku baik), bener (berintegritas), pinter (cerdas dan berwawasan) serta singer (inisiatif).

"Nanti anak- anak dicek kesehatannya oleh dokter, kedua dicek juga psikologisnya, diberi materi hingga memenuhi poin-poin Panca Waluya," ucapnya.

Diketahui, pendidikan karakter barak militer gelombang pertama sebelumnya digelar sejak 1-20 Mei 2025. Total ada sebanyak 273 siswa dinyatakan lulus dari Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dan Purwakarta.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Purwanto menerangkan, program ini berlanjut karena berdasarkan data yang didapatkannya, masih banyak orang tua murid yang menginginkan anak-anaknya untuk diberikan pendidikan karakter Panca Waluya.

Purwanto mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus dilakukan selama masih ada siswa yang membutuhkan perlakuan khusus untuk membentuk karakter kepribadiannya.

"Selagi ada anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus, perlakuan khusus anak-anak ini tidak tersentuh secara wajar oleh orang tua dan masyarakat kita akan berikan sentuhan cantik dari Dodik," tandasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti