Kadisdik Kab Bandung : Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Sebagai Pendidikan Karakter
Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung mewujudkan kepedulian para siswa/pelajar pendidikan dasar (SD dan SMP) dalam gerakan bersama pengumpulan biji tanaman kayu keras
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung mewujudkan kepedulian para siswa/pelajar pendidikan dasar (SD dan SMP) dalam gerakan bersama pengumpulan biji tanaman kayu keras. Sebanyak 5,2 juta biji tanaman kayu keras dan buah-buahan berhasil terkumpul, serta siap disebar dalam waktu dekat ini di Kabupaten Bandung.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Asep Kusumah mengatakan, gerakan bersama pengumpulan biji tanaman kayu keras ini untuk menindaklanjuti Instruksi Bupati Bandung Dadang Supriatna.
Asep menjelaskan instruksi Bupati Bandung itu sesuai dengan Visi Kabupaten Bandung Terwujudnya Kabupaten Bandung Lebih Bedas,
Maju dan Berkelanjutan Menuju Indonesia Emas, khususnya Misi ke-4, yaitu meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dan berwawasan lingkungan.
"Instruksi Pak Bupati Bandung itu untuk memperhatikan dan merespon fenomena kondisi perubahan iklim yang cukup ekstrim yang berpotensi
menyebabkan bencana klimatologi sehingga berpotensi mempengaruhi hampir seluruh tatanan kehidupan masyarakat," kata Asep, di Soreang Sabtu 27 Desember 2025.
Gerakan bersama ini, kata Asep, untuk menindaklanjuti arahan Bupati Bandung pada tanggal 16 Desember 2025 tentang Edukasi Konservasi Sejak Dini bagi Siswa/Siswi jenjang Pendidikan Dasar (SD dan SMP).
"Ini sebagai bagian dari pendidikan karakter untuk menumbuhkan kesadaran
dan kepedulian dalam menjaga, melindungi dan meningkatan kualitas lingkungan hidup," ujarnya.
Atas dasar hal itu, Asep menginstruksikan kepala para Kepala Satuan Pendidikan jenjang SD dan SMP untuk melaksanakan sosialisasi dan antisipasi tentang potensi dampak bencana klimatologi yang antara lain berpotensi menimbulkan bencana berupa bencana longsor maupun
banjir bandang sebagai akibat dari tingginya curah hujan dan kondisi lahan/hutan yang telah mengalami degradasi/penurunan fungsi sebagai kawasan tangkapan air sebagai
akibat kondisi lahan yang kritis.
"Mengembangkan inovasi pembelajaran dan praktik baik untuk terus menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa/siswi sejak dini untuk menjaga, memelihara dan
meningkatkan kualitas dan kuantitas tutupan lahan melalui gerakan menanam pohon," ujarnya.
Asep juga mendorong dan menfasilitasi siswa/siswi jenjang Pendidikan Dasar (SD dan SMP) berpartisipasi dalam upaya percepatan penanaman pohon di lahan kritis yang memiliki tingkat resiko tinggi terjadinya bencana tanah longsor dan banjir bandang melalui Gerakan Bersama Pengumpulan Biji Tanaman Kayu Keras dengan mengumpulkan 5
(lima) butir biji tanaman kayu keras untuk masing-masing siswa.
"Untuk jenis biji-bijian yang dikumpulkan merupakan jenis tanaman kayu keras yang memiliki fungsi konservasi, mencegah longsor, berdaya serap air tinggi, cepat tumbuh dan memiliki ketahanan tumbuh yang kuat. Antara lain dari jenis kayu-kayuan seperti Albasiah, Mahoni, Kaliandra, Ganitri, Hantap, Kemiri, Angsrep, Jamuju, Manglid, dan lain-lain atau
dari jenis buah-buahan seperti Nangka, Rambutan, Salak, Mangga, Durian, Alpukat, dan lain-lain," katanya.
Editor : Ahmad Sayuti

