Simak! Prediksi Dokter Tirta soal Covid-19 Gelombang Ketiga
Dokter yang juga seorang influencer, Tirta angkat bicara mengenai kemungkinan terjadinya kasus Covid-19 gelombang ketiga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Dokter yang juga seorang influencer, Tirta melalui kanal YouTube-nya Tirta PengPengPeng turut angkat bicara mengenai kemungkinan terjadinya Covid-19 gelombang ketiga.
Influencer dokter Tirta menanggapi soal kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19.
Sempat heboh terkait isu terjadinya Covid-19 gelombang tiga terjadi di akhir Desember 2021, Tirta pun mengungkap prediksi tersebut. Dia mengatakan kemungkinan terjadinya gelombang ketiga ada, Dokter Tirta menyebut ada data sebagai acuan.
Baca Juga: Gelombang Ketiga Covid-19 Mengancam, Rasulullah Membaca Doa ini untuk Perlindungan
Dokter Tirta mengatakan, data acuan itu menunjukkan tren kenaikan kasus Covid-19 terjadi setiap libur panjang. Dia mencontohkan saat terjadinya puncak Covid-19 gelombang pertama yang terjadi saat tahun baru 2020.
Namun, menurutnya kenaikan kasus justru terjadi dua hingga empat minggu setelah liburan. Dokter Tirta mengungkap, hal itu terjadi disebabkan masa inkubasi dari Covid-19 terjadi sekitar 14 hari.
“Intinya di mana ada liburan panjang, terjadi mobilisasi massal, terjadi perpindahan maka ada risiko kenaikan jumlah kasus,” bebernya.
Baca Juga: Siap-siap Gelombang Ketiga Covid-19 Mengancam, Begini Cara Mengantisipasinya
Terkait isu prediksi puncak Covid-19 gelombang ketiga pada Desember mendatang, Dokter Tirta mengungkapkan belum pasti akan terjadi.
“Prediksi ini belum tentu terjadi, namanya aja prediksi. Bisa terjadi, bisa nggak. Tapi prediksi ini dibuat agar kita bisa berjaga-jaga,” ucapnya.
Dokter Tirta mengatakan, kendati penanganan Covid-19 saat ini berada pada trek yang baik, pasalnya tren kasus Covid-19 di Indonesia saat ini terus menurun dan kalaupun ada yang positif gejalanya ringan. Kemungkinan terjadi gelombang ketiga masih tetap ada.
“Apakah mungkin? Mungkin. Mungkin bisa banget terjadi,” kata Tirta.
Dia pun mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Pasalnya, jika kelengahan terjadi bisa kembali menimbulkan penularan Covid-19 yang semakin tinggi yang otomatis membuat virus semakin menemukan inangnya.
“Kalau virus semakin menemukan inangnya maka virus bereplikasi,” terang Tirta.***(Yosep Saepul Ramdan)
Editor : inilahkoran


