Lakukan Hal Mudah tanpa Ribet ini di Pagi Hari, Risiko Kanker Bakal Berkurang Drastis...

Mulailah rutin berolahraga pagi untuk mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Penelitian telah membuktikannya!

Lakukan Hal Mudah tanpa Ribet ini di Pagi Hari, Risiko Kanker Bakal Berkurang Drastis...
Olahraga pagi bisa mengurangi risiko kanker.

INILAHKORAN, Bandung- Bagi siapapun yang ingin terhindar dari ganasnya penyakit kanker, maka ada satu hal kecil untuk dilakukan pagi hari. Mudah tanpa ribet!

Penelitian terbaru dilakukan atas kerjasama Universitas Pompeu Fabra di Barcelona dan Manolis Kogevinas serta Gemma Castaño-Vinyals dari Institut Barcelona untuk Kesehatan Global (ISGlobal).

Penulis utama Jakob Weitzer telah menyelidiki hipotesis bahwa olahraga di pagi hari berpotensi mengurangi risiko kanker prostat dan payudara lebih banyak daripada olahraga di waktu-waktu lain dalam sehari.

Baca Juga: Tubagus Joddy, Sopir Vanessa Angel Kini Menanti 'Nasib' Usai Pengakuannya Ngebut Sambil Main Handphone

Hipotesis tersebut didasarkan pada hasil studi eksperimental yang menunjukkan bahwa olahraga pada sore atau malam hari dapat menunda ritme melatonin.

Tubuh manusia terutama memproduksi hormon melatonin pada malam hari dan beberapa studi telah dikaitkan hormon ini dengan risiko kanker yang lebih rendah.

Penelitian dilakukan terhadap 2.795 koresponden dalam Studi Multi-Kasus Kontrol berbasis populasi (MCC-Spanyol). Mereka menemukan bahwa efek perlindungan dari olahraga terhadap risiko pengembangan prostat atau kanker payudara berpotensi paling besar ketika olahraga berlangsung antara 8.00-10.00 di pagi hari. Namun, pada pria, efek ini sama kuatnya dengan olahraga biasa di malam hari pukul 19.00-23.00.

Baca Juga: Alhamdulillah, Wajah Ceria Gala Sky Putra Mendiang Vanessa Angel Saat Dijenguk Dua Sosok Ini

Kronotipe peserta, yaitu preferensi mereka untuk tidur dan aktivitas pada waktu tertentu, juga mempengaruhi hasil yakni senam pagi pukul 8.00-10.00 sangat baik untuk peserta yang pada dasarnya lebih suka berolahraga aktif di malam hari yang disebut burung hantu atau kronotipe akhir.

"Waktu aktivitas fisik jelas berpengaruh pada ritme hormon seks dan melatonin, serta pada metabolisme makanan. Itu mungkin menjelaskan hasil kami," ungkap para peneliti seperti dilansir Medical Xpress, Minggu 7 November 2021.

Baca Juga: Jadwal Acara SCTV Hari Ini Minggu 7 November 2021, Saksikan Buku Harian Seorang Istri dan Dari Jendela SMP

Meskipun temuan baru ini tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan waktu ideal untuk berolahraga dalam rangka menurunkan risiko kanker, tetapi secara umum dapat mengurangi risiko kanker hanya dengan 150 menit olahraga seminggu.


Editor : inilahkoran