Hasil Studi: Vaksin Ini Lebih Tangguh Lawan Varian Omicron Ketimbang Moderna dan Pfizer
Vaksin merek Sputnic V disebut jauh lebih tangguh dari Pfizer dan Moderna dalam melawan varian Omicron.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung- Simak hasil studi yang menyebut salah satu vaksin disebut lebih efektif melawan varian Omicron ketimbang merek Moderna dan Pfizer.
Hasil studi Gameleya Center bersama Russian Direct Investment Fund (RDIF) menyebut vaksin Sputnik V jauh lebih tangguh ketimbang Pfizer dan Moderna dalam meredam penyebaran varian Omicron.
Disebutkan, Sputnik V hanya berkurang tiga hingga tujuh kali dalam aktivitas menetralkan varian Omicron ketimbang Pfizer-BioNTech, yang berkurang 41 kali, dan Moderna 49-84 kali.
“Sejauh ini, Sputnik V menunjukkan hasil terbaik dalam menetralisasi virus Omicron jika dibandingkan dengan vaksin lain,” kata Presiden Direktur RDIF Kirill Dmitriev dalam konferensi pers yang disiarkan secara virtual dari Rusia, baru-baru ini seperti dikutip InilahKoran dari Inilah.com.
Baca Juga: Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Malaysia Piala AFF 2020, Kick Off Malam ini Pukul 19.30 WIB
Penelitian tersebut menggunakan serum dengan periode lebih dari enam bulan setelah vaksinasi sebagai indikator perlindungan Sputnik V yang lebih lama dibandingkan dengan periode vaksin lain yang lebih singkat.
Vaksin ini memunculkan respons sel T yang kuat dan tahan lama, dan karena 80 persen epitop dalam lonjakan protein tidak terpengaruh oleh mutasi pada varian Omicron.
Karena itu, Sputnik V diperkirakan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit parah yang disebabkan varian baru itu.
Kekebalan sel T yang tahan lama dari vaksin buatan Rusia ini berkontribusi pada kemanjuran 80 persen terhadap Delta pada bulan ke-6 hingga ke-8 dibandingkan dengan efikasi vaksin mRNA tertentu, yang kurang dari 29 persen yang setelah enam bulan.
Penelitian Swedia di jurnal The Lancet menunjukkan bahwa efikasi vaksin Pfizer dalam melawan varian Delta menurun 47 persen setelah empat bulan, 29 persen setelah enam bulan, dan 23 persen setelah tujuh bulan.
Sementara itu, penelitian baru-baru ini di AS terhadap penduduk kelompok usia 65 tahun juga menunjukkan penurunan dalam efektivitas vaksin mRNA dalam melawan varian Delta setelah bulan ke-4 dan kembali menurun 20 persen setelah bulan ke-5 dan ke-7.
Baca Juga: Hansamu Yama dan Lerby Eliandry Gabung Persib? Teddy Tjahjono Pastikan Pengumumannya di Waktu Ini
“Hasil ini membawa kabar gembira untuk dunia bahwa Sputnik V dapat berkontribusi dalam melawan varian Omicron,” ujar Dmitriev.***
Editor : inilahkoran


