Minggu Ini Drama Snowdrop Tayang 3 Episode, JTBC Ungkap Alasannya

rama Snowdrop menuai kontroversi karena diduga adanya distorsi sejarah. Meski begitu, minggu ini drama tersebut akan tayang tiga episode.

Minggu Ini Drama Snowdrop Tayang 3 Episode, JTBC Ungkap Alasannya
Drama Snowdrop tayang tiga episode sekaligus minggu ini

INILAHKORAN, Bandung - Drama Snowdrop menuai kontroversi karena diduga adanya distorsi sejarah. Meski begitu, minggu ini drama tersebut akan tayang tiga episode sekaligus.

Snowdrop episode 3 hingga 5 akan tayang selama 3 hari dari 24 Desember hingga 26 Desember 2021.

Pada episode yang akan tayang nanti, latar belakang mata-mata Korea Selatan Suho dan situasi kekuasaan yang tidak adil akan terungkap.'

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta 24 Desember 2021, 3 Wilayah Ini Diguyur Hujan dari Siang hingga Sore

Sebagai pihak yang menyiarkan Snowdrop, JTBC mengungkapkan alasan penayangan tiga episode di minggu ini.

Menurut pihak JTBC, meski pun drama ini mengundang kontroversi, tapi drama Snowdrop tidak bisa ditayangkan sekaligus.

"Jadi sepertinya kesalahpahaman telah muncul dari perkembangan awalnya. Oleh karena itu, kami telah mengatur ulang dan secara khusus akan menayangkan satu episode lebih awal dari yang direncanakan untuk meredakan kekhawatiran pemirsa.”

Baca Juga: Sinopsis The Matrix Resurrections: Ketika Keanu Reaves Terjebak Masa Lalu dan Realitas Masa Kini

JTBC menjelaskan, episode-episode yang akan ditayangkan minggu ini akan mengungkapkan fakta bahwa Badan Perencanaan Kemananan yang mengirim mata-mata ke Korea Selatan.

Selain itu, JTBC menekankan bahwa pihaknya mendengarkan kritik dan saran dari para pemirsa terkait drama Snowdrop.

"Siaran khusus ini juga merupakan keputusan untuk meredakan kekhawatiran pemirsa . Kami akan terus melakukan yang terbaik dan mendengarkan pendapat Anda untuk membuat konten yang lebih baik.”

Baca Juga: Thariq Halilintar Makin Nempel dengan Fuji, Chika: Kalo Iya Gue yang Deketin Duluan Kenapa Mau

Sebelumnya, Snowdrop menghadapi kritik keras karena kontroversi distorsi sejarah. Hasilnya, petisi untuk menghentikan penayangan drama ini telah melampaui 300.000 tanda tangan.***

 


Editor : inilahkoran