Mengenal 3 Dimensi Burnout, Kehilangan Idealisme Karena Sifat Ambisius Orang Lain

Pernahkah kalian mempunyai teman yang super ambisius. Bisa mengerjakan semuanya dalam sekaligus dan tau arah mencapai mimpinya.

Mengenal 3 Dimensi Burnout, Kehilangan Idealisme Karena Sifat Ambisius Orang Lain
Mengenal 3 Dimensi Burnout, Kehilangan Idealisme Karena Sifat Ambisius Orang Lain

INILAHKORAN, Bandung- Pernahkah kalian mempunyai teman yang super ambisius. Bisa mengerjakan semuanya dalam sekaligus dan tau arah mencapai mimpinya.

Dia bahkan menikmati berada dalam situasi kegagalan. Apakah yang akan kalian lakukan jika mempunyai teman seperti itu?

Kekuatan seseorang dalam menentukan dan berani mengambil resiko hidup itu berbeda-beda. Mempunyai teman ambisius terkadang membuat kita menjadi lebih pesimis.

Baca Juga: Soal Pilih Jodoh, Pesan Buya Yahya: Pilih Pasangan dengan Mata Melek, Terima Pasangan dengan Mata Remang

Dalam istilah psikologi hal itu disebut Burnout, yaitu istilah yang menggambarkan perasaan kegagalan dan kelesuan akibat tuntutan yang berlebihan dengan membandingan kekuatan orang lain.

Salah satu peneliti pionir dari konsep Burnout, Chistina Maslach dalam Youtube Great Mind menjelaskan 3 dimensi Burnout. Yuk simak supaya lebih paham!

  1. Exhaution

Kelelahan secara fisik, mental, maupun energi.

Baca Juga: Presiden Jokowi akan Berikan Sanksi Kepada Perusahaan yang Tidak Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

  1. Cynicism (Depersonalisasi)

Karena terlalu capek dan lemah, mengakibatkan munculnya pola pikir negatif terhadap orang lain. Mudah kesal dan tidak ingin bersosialisasi. Bahkan idealismenya mulai hilang.

  1. Inefficacy

Produktifitas atau pencapaian yang menurun. Termasuknya juga hilangnya kepercayaan diri dalam bekerja.

Baca Juga: Soal Penangguhan Penahanan Bahar bin Smith, Ini Jawaban Polda Jabar

Mungkin kalian pernah mengalami salah satu dari ketiga. Namun yang berbahaya adalah saat ketiganya terjadi bersamaan dan dibiarkan saja.

Karena Burnout adalah efek jangka panjang dari situasi kerja yang menekan. Jadi selalu ingat bahwa sifat ambisius itu baik selagi digunakan sesuai porsinya.

“Api unggun itu baik sampai menghangatkan, jangan sampai membakar hutan,” tutup Great Mind menggunakan istilahnya. ***(Lia Kamilah)


Editor : inilahkoran