Cek Fakta! Puasa Ramadhan Ternyata Bikin Awet Muda Menurut dr Aninda Marina

Ternyata, puasa Ramadhan membuat orang yang menjalankannya awet muda. Fakta itu diungkap dr Aninda Marina.

Cek Fakta! Puasa Ramadhan Ternyata Bikin Awet Muda Menurut dr Aninda Marina
Menjalankan puasa Ramadhan ternyata membuat seseorang awet muda menurut dr Aninda Marina.

INILAHKORAN, Bandung- Ternyata menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadhan bisa membuat awet muda.

Manfaat puasa Ramdhan untuk wajah terlihat awet muda, itu diungkapkan dr Aninda Marina, SpDV dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI).

Menurut dr Aninda Marina, aktifitas puasa Ramadhan membuat awet muda lantaran kulit sebagai anti-aging memperlambat tanda-tanda penuaan di tubuh.

Baca Juga: Link Pengumuman Hasil Sidang Isbat Ramadhan 2022, Cek Jadwal Awal Puasa versi Pemerintah!

"Puasa juga bermanfaat untuk anti-aging. Jadi penuaan sebenarnya proses yang sudah ditakdirkan dari DNA, karena kita punya time DNA. Namun, dengan berpuasa menurunkan berbagai macam enzim di mana melakukan penuaan," jelas dr Aninda Marina dalam sebuah konferensi pers daring, ditulis Jumat 1 April 2022.

Enzim-enzim yang menghancurkan serabut mielin turun selama tubuh berpuasa. Sel-sel dan kolagen akan hidup lebih lama sehingga tampilan kulit pun lebih muda.

Di jaringan lemak, cadangan lemak bisa meningkat dan di kolagen bila tubuh berpuasa. Puasa juga meningkatkan antioksidan demi menghambat enzim-enzim yang bekerja untuk menghancurkan kolagen dan mempercepat anti-aging.

Baca Juga: Diduga Jadi Afiliator Oxtrade, Kapten Vincent Dilaporkan ke Polisi

Kemudian, dengan adanya penurunan insulin growth factor karena sama sekali tidak ada nutrisi pada saat puasa, maka protein kinase A yang berguna untuk mengancurkan sel, menjadi turun, sehingga stem cell meningkat.

"Jadi, kulit malah memperbaiki diri. Ini baik karena memperbaiki sel-sel rusak dan meningkatkan perbaikan struktur kulit karena human stem cell meningkat," kata Aninda Marina.

Dia tak menampik, terjadi sintesis kolagen yang menurun selama berpuasa karena banyak enzim yang meningkat untuk mendegradasi kolagen. Namun saat tubuh kembali diisi makanan saat berbuka puasa, terjadi peningkatan 10 kali lipat sintesis kolagen. Oleh karena itu, puasa Ramadhan dapat mempercepat pertumbuhan termasuk penyembuhan luka, bila saat berbuka puasa dan sahur diisi dengan nutrisi yang tepat.

Baca Juga: Sore Ini Sidang Isbat, Awal Ramadhan Diprediksi Minggu 3 April 2022, Masyarakat Diimbau Hargai Perbedaan

Di sisi lain, berbagai studi juga menunjukkan manfaat lain berpuasa pada kulit, salah satunya penelitian pada tahun 2019 yang menunjukkan efek puasa pada rambut meningkatkan stem cell di folikel rambut sehingga pertumbuhan rambut meningkat dan mencegah rambut rontok.

Selain itu, dampak pada lapisan epidermis atau lapisan kulit teratas meningkatkan siklus kulit, membantu kulit terlihat cerah walaupun kadar kolesterol dalam kulit menurun.

"Lalu, di lapisan dermis atau kulit bagian dalam, meningkatkan vaskularisasi pembuluh darah sehingga nutrisinya bisa langsung baik untuk kulit, meningkatkan perbanyakan pembuluh darah baru untuk perbaikan kulit, oksidatif metabolik atau proses yang menghancurkan oksidasi meningkat," papar Aninda.

Baca Juga: Fakarich Mangkir dari Panggilan Polisi, Guru Trading Binomo Indra Kenz Bakal Dijemput Paksa

Beberapa studi juga memperlihatkan puasa dapat menurunkan reaksi iritasi dari krim malam dengan kandungan retinol atau retinoid.

Puasa pun bisa bersifat antikarsinogenik pada tumor dan kanker kulit. Akibat pembatasan makanan termasuk kalori dalam beberapa waktu, sehingga menghambat munculnya sel-sel yang bersifat kanker.***



Editor : inilahkoran