Jusuf Hamka Minat Bangun Jalan Khusus Tambang Bogor, Asal Proyek Tetap Untung
Jusuf Hamka siap membangun jalan khusus tambang di Bogor jika hasil kajian dinilai layak dan menguntungkan. Proyek diperkirakan menelan biaya Rp600 miliar.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pengusaha jalan tol Mohammad Jusuf Hamka menyatakan ketertarikannya untuk membangun jalan khusus tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor. Namun, ia menegaskan keputusan investasi tersebut bergantung pada hasil kajian kelayakan yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
Saat ini, perusahaan milik Jusuf Hamka, PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) Tbk, masih mengerjakan Jalan Tol Depok–Antasari (Desari) Seksi III dan IV ruas Sawangan–Bojonggede–Salabenda. Setelah proyek itu rampung, CMNP bersama PT Waskita Toll Road dan PT PP (Persero) Tbk akan melanjutkan pembangunan jalan tol yang menghubungkan BORR hingga Caringin.
Di tengah sejumlah proyek tersebut, Jusuf Hamka mengaku membuka peluang untuk menggarap pembangunan jalan khusus tambang di Kabupaten Bogor apabila secara bisnis dinilai layak.
"Tergantung hasil kajiannya. Kalau tidak masuk, cuan atau untung maka kita tidak ikut atau sentuh. Kita mau bermaslahat atau bermanfaat untuk umat, namun syaratnya kita harus cuan karena kita juga bakal bayar kewajiban ke pihak bank," kata Mohammad Jusuf Hamka kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Siap Bangun Jalan Lebih Baik dari Perkiraan
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang memperkirakan biaya pembangunan jalan khusus tambang, di luar pembebasan lahan, mencapai sekitar Rp600 miliar.
Sementara itu, Pemkab Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp100 miliar hingga Rp150 miliar untuk pembebasan lahan jalan sepanjang kurang lebih 12 kilometer yang menghubungkan Kecamatan Cigudeg, Rumpin, hingga Parungpanjang.
Menanggapi estimasi tersebut, pria yang akrab disapa Babah Alun itu mengaku siap menggelontorkan investasi lebih besar apabila proyek tersebut dinilai layak.
"Kalau anggaran atau biaya, kami siap lebih besar (dari Rp600 miliar), dan siap membangun jalannya lebih bagus seperti Jalan Tol Jagorawi," tuturnya.
Ia juga optimistis proyek jalan khusus tambang di Bogor memiliki prospek bisnis yang lebih baik dibandingkan proyek jalan tol yang pernah dibangunnya di Sumedang.
"Kalau di Bogor, saya optimis dan Insya Allah bisa lebih cuan ketimbang Sumedang," ujarnya.
DPRD Dorong Kajian Segera Diselesaikan
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, Agus Salim, meminta Pemkab Bogor segera menyelesaikan kajian kelayakan proyek tersebut agar dapat menarik minat investor.
Menurutnya, dokumen kajian harus disusun secara komprehensif sehingga mampu memberikan gambaran potensi ekonomi sekaligus manfaat pembangunan jalan khusus tambang bagi masyarakat.
"Kajian jalan khusus tambang harus dibuat secara baik dan menarik. Semoga Pemkab Bogor bisa berkolaborasi dengan Mohammad Jusuf Hamka yang merupakan pengusaha muslim yang religius," kata Agus Salim.
Pembangunan jalan khusus tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor diharapkan dapat mengurangi lalu lintas kendaraan tambang di jalan umum, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang.***
Editor : JakaPermana


