Gedung Sate Masih Bisa Jadi Opsi Perayaan, Dedi Mulyadi Minta Persib Juara Dulu

Perburuan gelar BRI Liga 1 musim 2025/2026 memasuki fase krusial. Persib Bandung hanya menyisakan enam pertandingan untuk mengunci gelar juara.

Gedung Sate Masih Bisa Jadi Opsi Perayaan, Dedi Mulyadi Minta Persib Juara Dulu
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Perburuan gelar BRI Liga 1 musim 2025/2026 memasuki fase krusial. Persib Bandung hanya menyisakan enam pertandingan untuk mengunci gelar juara, sekaligus mempertahankan posisi puncak klasemen.

Ujian terdekat datang saat tim asuhan Bojan Hodak menjamu Arema FC di Gelora Bandung Lautan Api Stadium (GBLA), Jumat malam (24/4/2026). Laga ini menjadi penentu arah persaingan, mengingat Maung Bandung hanya unggul dua poin dari pesaing terdekat, Borneo FC.

Di tengah tekanan perebutan gelar, wacana perayaan juara mulai mencuat. Nama Gedung Sate kembali disorot, mengingat dalam dua musim terakhir menjadi pusat selebrasi Bobotoh. Namun, saat ini kawasan tersebut tengah dalam tahap penataan, termasuk perluasan halaman depan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, lokasi perayaan bukan persoalan utama. Ia meminta semua pihak menahan euforia dan fokus pada target utama, memastikan Persib benar-benar juara.

“Pokoknya jadi juara dulu. Nanti perayaan pasti akan menemukan tempat yang indah,” ujar Dedi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (23/4/2026).

Meski begitu, ia membuka kemungkinan Gedung Sate tetap digunakan sebagai titik perayaan. Akses alternatif, termasuk dari sisi belakang, dinilai masih memungkinkan.

“Kan di Gedung Sate juga bisa lewat belakang. juara dulu,” katanya.

Lebih jauh, Dedi mengingatkan bahwa kunci keberhasilan Persib bukan hanya kualitas teknis, tetapi juga ketangguhan mental. Ia menilai, tekanan di fase akhir kompetisi menuntut stabilitas emosi dan kekuatan jiwa para pemain.

“Kan untuk jadi juara ini saya lihat perlu ketahanan emosi yang sangat kuat, ketahanan mental, ketahanan jiwa, agar Persib terbebas dari tangan-tangan yang tidak terlihat,” tegasnya.

Dengan margin klasemen yang tipis dan jadwal yang kian menegangkan, enam laga tersisa akan menjadi penentu bagi Persib, sebelum menuju euforia juara


Editor : JakaPermana