Gelombang Protes dan Bentrokan Pelajar Meluas di Prancis, Ratusan Sekolah Lumpuh

Ribuan pelajar melakukan gelombang protes yang membuat aksi tersebut makin meluas. Akibatnya, ratusan sekolah harus menghentikan pembelajaran.

Gelombang Protes dan Bentrokan Pelajar Meluas di Prancis, Ratusan Sekolah Lumpuh
Aksi demonstrasi pelajar di Prancis semakin meluas/Thomas SAMSON / AFP

INILAHKORAN.ID - Gelombang aksi demonstrasi yang melibatkan ribuan pelajar dan siswa sekolah menengah di Prancis berujung ricuh. 

Massa terlibat bentrokan dengan aparat kepolisian anti-huru-hara, memicu kelumpuhan aktivitas pendidikan secara nasional serta menyebabkan kerusakan fasilitas publik.  

Aksi protes ini dipicu oleh kemarahan para siswa atas kondisi sekolah yang dinilai tidak layak, fasilitas kelas yang bobrok, krisis tenaga pengajar, serta masalah pada sistem pendaftaran universitas. 

Dikutip dari Euronews, aksi ini berdampak luas pada operasional lembaga pendidikan. Lebih dari 1.800 sekolah dan puluhan universitas kini terdampak atau terhenti aktivitas belajarnya, dengan setidaknya tiga gedung sekolah mengalami insiden pembakaran.

Langkah ekstrem bahkan diambil pemerintah dengan meliburkan seluruh kegiatan belajar tingkat SMA hingga akhir pekan.  

Di jalanan, suasana memuncak ketika massa demonstran yang mengenakan penutup wajah berhadapan langsung dengan barikade petugas. 

Demonstran menyalakan suar (flare) serta melemparkan benda keras ke arah barikade, yang dibalas aparat dengan tembakan gas air mata dan granat kejut. 

Bentrokan memakan korban cedera dari kedua belah pihak; puluhan petugas polisi terluka, sementara sejumlah demonstran menderita luka berat, termasuk insiden tragis seorang siswa 15 tahun yang kehilangan tangan akibat ledakan granat kejut.  

Untuk meredam eskalasi kerusuhan yang kian meluas ke kawasan bisnis dan pemukiman, kepolisian telah mengamankan lebih dari 5.000 orang dalam gelombang penangkapan massal sejak protes dimulai. 

Personel keamanan juga disiagakan di depan pusat pertokoan serta fasilitas perbankan guna mengantisipasi potensi penjarahan.  

Pemerintah setempat terus mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat situasi di beberapa titik kota utama masih relatif tegang dan berada di bawah pengawasan ketat aparat.


Editor : Firda Rachmawati