Gemetar Tapi Tak Gentar: Kisah Evandra Florasta, Pahlawan Muda Timnas U-17 yang Cetak Gol Penentu Lawan Korea Selatan di Menit Akhir
Dalam atmosfer panas dan penuh tekanan di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat malam (5/4), Evandra Florasta menuliskan babak penting dalam perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Dalam atmosfer panas dan penuh tekanan di Stadion Prince Abdullah Al Faisal, Jeddah, Arab Saudi, Jumat malam (5/4), Evandra Florasta menuliskan babak penting dalam perjalanan Timnas Indonesia U-17 di Piala Asia U-17 2025.
Meski sempat gemetar saat mengambil tendangan penalti krusial di menit ke-90+1, pemain muda ini menunjukkan ketenangan luar biasa dan semangat juang tinggi yang akhirnya menghadirkan kemenangan bersejarah atas Korea Selatan U-17.
Pertandingan perdana Grup C ini menjadi ujian berat bagi Garuda Muda. Korea Selatan tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 68 persen dan mencatatkan 21 tembakan ke gawang Indonesia.
Sebaliknya, Timnas Indonesia hanya menguasai bola sebanyak 32 persen dengan total lima tembakan, dua di antaranya tepat sasaran—dan keduanya berasal dari Evandra.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Indonesia mendapatkan penalti menyusul handball pemain Korea Selatan dari bola sentuhan Mathew Baker. Tanggung jawab besar itu berada di kaki Evandra.
"Perasaan saya sendiri yang menendang sangat deg-deg an, gemetar aslinya. Tapi di situ saya berusaha menenangkan diri dan tarik napas," ungkap Evandra diktipdari ANTARA.
Sayangnya, tendangan penalti kaki kiri Evandra berhasil ditepis oleh kiper Korea Selatan, Park Dohun. Namun, di balik kegagalan itu, muncul keteguhan hati seorang pemain muda yang siap menebus kesalahan.
Bola muntah yang mengarah kembali kepadanya tak disia-siakan—ia mengeksekusi ulang dengan cepat dan kali ini bola bersarang mulus ke gawang Taeguk Warriors Muda.
“Saya lihat itu tidak gol dan itu saya cepat-cepat cari bola lagi dan alhamdulillahnya bolanya menuju saya lagi. Saya nendang dan akhirnya gol,” lanjut pemain kelahiran 17 Juni 2008 itu.
Gol tunggal Evandra tersebut menjadi pembeda dalam laga ketat yang berlangsung dalam tekanan. Ia pun mengakui kerasnya pertandingan melawan tim kuat seperti Korea Selatan.
“Ya pertandingan hari ini sangat-sangat sulit, tapi alhamdulillahnya kita bisa berhasil menahan gempuran serangan dari Korea dan alhamdulillah di menit akhir kita mendapatkan penalti dan bisa memaksimalkan gol itu,” ujar Evandra.
Kemenangan ini mengantar Indonesia U-17 memuncaki klasemen sementara Grup C dengan tiga poin. Selanjutnya, Evandra dan rekan-rekannya akan menghadapi Yaman U-17 pada Senin (7/4) pukul 22.00 WIB. Jika mampu meraih kemenangan, Indonesia akan langsung mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
“Untuk persiapan, lebih dipersiapin lagi melawan Yaman karena di pertandingan ini kita sedikit kurang maksimal. Besok kita memulai latihan, kita akan menganalisis tim Yaman mainnya gimana,” tutup Evandra.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan


