Gempa NTT, Dapur Umum Kemensos Siapkan 3.000 Porsi Makanan per Hari untuk Korban

Kemensos mengoperasikan dapur umum di Nagekeo untuk korban gempa NTT. Sebanyak 3.000 porsi makanan disiapkan setiap hari selama masa tanggap darurat.

Gempa NTT, Dapur Umum Kemensos Siapkan 3.000 Porsi Makanan per Hari untuk Korban
Kemensos mengoperasikan dapur umum di Nagekeo untuk korban gempa NTT. Sebanyak 3.000 porsi makanan disiapkan setiap hari selama masa tanggap darurat.

INILAHKORAN.ID - Kementerian Sosial (Kemensos) mulai mengoperasikan dapur umum di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memenuhi kebutuhan makanan warga yang terdampak gempa.

dapur umum yang berada di Kecamatan Aesesa tersebut awalnya menyiapkan sekitar 750-1.000 porsi makanan untuk makan malam. Namun, sejak Selasa (18/8/2026), kapasitasnya ditingkatkan menjadi sekitar 3.000 porsi makanan per hari.

Ribuan porsi makanan tersebut disiapkan dalam tiga kali waktu memasak untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak gempa yang berada di lokasi pengungsian.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, pemenuhan kebutuhan dasar menjadi salah satu prioritas pemerintah selama masa tanggap darurat bencana gempa NTT.

Selain makanan siap santap, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan logistik dan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak.

Jumlah makanan yang diproduksi melalui dapur umum akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap lokasi pengungsian.

Untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan warga, Kemensos telah menyiapkan 1.000 paket bahan makanan untuk masyarakat di Kabupaten Nagekeo.

Pemerintah juga menyalurkan tambahan 48 ton beras bagi masyarakat terdampak gempa di sejumlah wilayah NTT.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pangan. Kemensos turut menyediakan tenda, tempat tidur, selimut, pakaian, perlengkapan keluarga, makanan anak-anak hingga peralatan memasak.

Saat ini, dapur umum Kemensos telah beroperasi di tiga wilayah, yakni Manggarai, Sikka dan Nagekeo.

Pemerintah juga berencana membuka tiga dapur umum tambahan di Manggarai Timur, Manggarai Barat dan Ende untuk memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa.

Untuk mendukung operasional dapur umum selama tujuh hari, Kemensos menyiapkan anggaran sekitar Rp5,16 miliar.

Selain memenuhi kebutuhan pangan dan logistik, pemerintah juga menyiapkan santunan bagi korban gempa NTT.

Keluarga korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan sebesar Rp15 juta. Sementara itu, korban luka direncanakan memperoleh santunan sebesar Rp5 juta per orang.

Pemberian santunan tersebut dilakukan setelah proses pendataan dan verifikasi terhadap korban selesai.

Secara keseluruhan, dukungan pemerintah untuk penanganan gempa NTT, termasuk bantuan logistik, operasional dapur umum dan santunan korban, mencapai sekitar Rp13,2 miliar.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat dan proses penanganan bencana berlangsung.


Editor : Ahmad Sayuti