Gempabumi Sukabumi Diduga karena 'Faktor X', Star Energy Membantah

Bupati Bogor Ade Yasin meminta pemerintah pusat melakukan kajian penyebab gempabumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/3/2020) pukul 17.18 WIB.

Gempabumi Sukabumi Diduga karena 'Faktor X', Star Energy Membantah
Foto: Reza Zurifwan

INILAH, Pamijahan -  Bupati Bogor Ade Yasin meminta pemerintah pusat melakukan kajian penyebab gempabumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/3/2020) pukul 17.18 WIB.

Pasalnya, politisi PPP ini saat mengunjungi puluhan pengungsi di Desa Purwabakti, dirinya menerima pengaduan masyarakat bahwa sebelum gempabumi terjadi mereka sering merasakan gempabumi ringan yang diduga karena aktivitas PT. Star Energy.

"Masyarakat atau pengungsi  tadi mengadu bahwa mereka sering mengalami guncangan atau gempabumi ringan yang diduga akibat  faktor X atau dampak dari kegiatan PT. Star Energy, oleh karena itu kami akan meminta pemerintah pusat melakukan kajian agar ada kepastian penyebab gempabumi ini kareba lokasi bencana memang tidak terlalu jauh dari lokasi PT. Star Energy," pinta Ade ketika ditemui wartawan di Desa Purwabakti, Rabu (11/3)

Aktivis dari Balad Pamijahan Ali Taufan Vinaya menyatakan tidak menutup kemungkinan bencana gempabumi kemarin adalah karena faktor kelalaian manusia.

"Di Kecamatan Pamijahan kan ada cesar cimandiri dan cesar citarik hingga tak ada aktivitas PT Star Energy pun rawan akan bencana gempabumi, hingga agar menghindari resiko bencana gempabumi kami pun menolak rencana PT Star Energy yang akan menambah titik pengeboran gas bumi," kata Ali.

Ditemui terpisah, General Relation Manager PT Star Energy Nungki Sasongko membantah bahwa aktivitas perusahaannya menjadi penyebab bencana gempabumi.

"Melihat data Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) ternyata pusat titik lokasi bencana jaraknya 20 Km dari lokasi perusahaannya, selain itu juga data BMKG menyatakan bukan kami lah penyebab gempabumi tetapi karena ada geseran cesar cimandiri dengan cesar citarik," ucap Nungki.

Ia melanjutkan walaupun bukan menjadi penyebab bencana gempabumi, sebagai bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) jajaranya tetap memberikan bantuan logistik kepada para pengungsi atau korban bencana gempabumi.

"Sebenarnya instalasi PT Star Energy juga mengalami kerusakan  hingga terjadi gangguan distribusi listrik ke Pulau Jawa dan Pulau Bali, tetapi walaupun bukan kami yang menjadi penyebab bencana gempabumi kami hari ini tetap memberikan bantuan logistik," lanjutnya. (Reza Zurifwan)

 


Editor : Bsafaat