Genjot Penjualan Ramadan dan Lebaran, TikTok Bagikan Tren Bisnis untuk UMKM
Beberapa waktu lalu, TikTok kembali mengadakan program tahunan "Ramadan Bareng TikTok". Program ini memberikan pelatihan gratis bagi UMKM untuk memaksimalkan potensi bisnis mereka selama bulan Ramadan hingga Lebaran melalui platform TikTok.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Jakarta - Beberapa waktu lalu, TikTok kembali mengadakan program tahunan "Ramadan Bareng TikTok". Program ini memberikan pelatihan gratis bagi UMKM untuk memaksimalkan potensi bisnis mereka selama bulan Ramadan hingga Lebaran melalui platform TikTok.
Public Policy and Government Relations TikTok Indonesia Marshiella Pandji mengatakan, saat itu TikTok menyorot beberapa tren yang bisa dimanfaatkan para UMKM untuk meningkatkan bisnisnya selama momen Ramadan dan Lebaran.
Berdasarkan studi TikTok bersama Toluna, ada beberapa strategi yang dapat diadopsi para pelaku UMKM. Di antaranya mempersiapkan kebutuhan Ramadan lebih awal, memenangkan momen puncak Ramadan, merayakan Lebaran dengan promosi spesial, dan menjaga relevansi pasca Ramadan.
"Melalui Ramadan Bareng TikTok, kami bertujuan membantu pelaku UMKM dapat memahami tren konsumen dan menyusun strategi pemasaran digital yang lebih efektif. Setelah mengikuti sesi pembekalan, para pelaku usaha dapat memanfaatkan ekosistem TikTok dalam menyusun kampanye kreatif, mulai dari membangun brand awareness hingga menjaga loyalitas pelanggan yang mereka ingin jangkau," kata Marshiella.
Pada gelaran tersebut, sebanyak 600 peserta UMKM mengikuti berbagai sesi bermanfaat dan praktikal, termasuk mendengar wawasan dan kisah inspiratif dari kolaborator dan para UMKM yang sukses di Ramadan tahun lalu.
Salah satu pelaku UMKM yang ikut serta yaitu Beeru, yang menghadirkan produk sehat pengganti gula, berhasil mencatat penjualan hingga tiga kali lipat selama Ramadan 2024 dengan mengikuti kampanye Ramadan Ekstra Seru di TikTok. Sementara itu, Apelicious, UMKM asal Malang yang menyediakan keripik buah dan sayur alami, meningkatkan volume penjualan hingga 40% setelah meningkatkan anggaran iklan di TikTok sebesar 20% selama Ramadan tahun lalu.
Keberhasilan kedua UMKM ini tidak terlepas dari strategi kreatif mereka dalam memanfaatkan tren Ramadan dan Lebaran di TikTok. Beeru, misalnya, mengganti kemasan produknya dengan edisi Idul Fitri dan konsisten membuat konten bertemakan Ramadan. Sedangkan Apelicious memilih fokus pada platform digital setelah mengalami kesulitan di toko offline, sehingga produk mereka semakin dikenal luas.
Sejak 2021, program #MajuBarengTikTok telah rutin dihadirkan dan berhasil melatih lebih dari 8.000 pelaku UMKM di Indonesia untuk membantu mengembangkan usahanya. Program ini terus berlanjut dengan pelatihan online yang dapat diakses sepanjang tahun melalui situs web www.majubarengtiktok.com.
Editor : Doni Ramdhani
