Live Bursa Kerja di Depok Ditonton 345 Ribu Akun, Dedi Mulyadi: Harus Ditiru

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan live bursa kerja di Depok dan disaksikan 345 ribu akan dan meminta daerah untuk menirunya

Live Bursa Kerja di Depok Ditonton 345 Ribu Akun, Dedi Mulyadi: Harus Ditiru
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi melakukan live bursa kerja di Depok dan disaksikan 345 ribu akan dan meminta daerah untuk menirunya

INILAHKORAN.ID - bursa kerja live yang digelar Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi di Kota Depok, mendapat respons tinggi dari masyarakat.

Siaran langsung melalui akun TikTok @dedimulyadiofficial pada Rabu (23/9/2026) itu disaksikan 345.300 akun. Interaksi publik juga tercatat tinggi dengan 22.200 komentar dan 1,4 juta tanda suka.

Besarnya antusiasme tersebut membuat Dedi Mulyadi mendorong pola serupa diterapkan di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Menurut Dedi, pemerintah provinsi tidak bisa terus menjadi motor utama bursa kerja live. Setelah konsep tersebut diperkenalkan, giliran bupati dan wali kota yang harus mengadopsinya dengan menggandeng perusahaan di wilayah masing-masing.

"Jalan terus, hari ini di Depok (terkait bursa kerja). Saya itu kan sebenarnya Gubernur memulai. Kan enggak mungkin Gubernur terus. Nah setelah itu bupati dan wali kotanya mengadopsi konsep ini, segera laksanakan agar perusahaan-perusahaan ini terbuka kesempatan kerjanya," ujar Dedi, Rabu (23/9/2026).

Dedi menegaskan, dirinya hanya memantik pola baru dalam penyampaian informasi lowongan kerja. Selanjutnya, pemerintah daerah dituntut mampu menjalankannya secara mandiri dan berkelanjutan.

"Saya ini sebenarnya hanya trigger saja," ucapnya.

Ia mencontohkan, Kabupaten Bekasi yang telah menyatakan kesiapan menggelar bursa kerja live setiap Jumat. Kepala daerah akan terlibat langsung, sekaligus mendorong perusahaan membuka informasi kebutuhan tenaga kerja secara lebih luas.

"Misalnya Kabupaten Bekasi, dia berkomitmen tiap hari Jumat live bursa kerja, bupatinya langsung. Dan kemudian dia mendorong industri untuk terbuka," katanya.

Menurutnya, persoalan bukan semata-mata ada atau tidaknya lapangan pekerjaan. Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja di perusahaan juga harus dibuka, sehingga pencari kerja dapat mengetahui dan mengakses peluang tersebut.

Ia mencontohkan, Kabupaten Bekasi yang memiliki sekitar 9.000 industri. Namun, menurut Dedi, perusahaan yang secara aktif mengumumkan kesempatan kerja kepada masyarakat masih sangat terbatas.

"Jangan sampai dari 9.000 industri di Bekasi hanya 15 yang mengumumkan kesempatan kerja. 15 yang mengumumkan kesempatan kerja kan lumayan sudah ada 300 lowongan kerja. Kalau 9.000 ngumumin, itu bisa 30.000," tuturnya.

Sebab itu, Dedi meminta kepala daerah di Jawa Barat mengambil peran lebih aktif dalam mempertemukan perusahaan dengan masyarakat pencari kerja.

"Tapi harus bupati/wali kota mau mengikuti. Harus. Kan sebenarnya yang bertanggung jawab langsung terhadap ketersediaan lapangan kerja yang langsung bersentuhan itu bupati/wali kota," ujarnya.

Ia juga meminta bupati dan wali kota tidak terpaku pada pembuatan program baru. Menurutnya, program yang sudah berjalan dan dinilai efektif dapat langsung diadopsi untuk memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan.

"Makanya kita hari ini mendorong agar para bupati/wali kota kreatif. Dan cara kreatifnya sudah, program yang sudah efektif bisa dilaksanakan oleh bupati/wali kota, tinggal dilaksanakan," katanya.

1.057 Lowongan Dibuka di Depok

Bursa kerja online di Depok mempertemukan pencari kerja dengan 16 perusahaan yang membuka lowongan untuk berbagai posisi. Total kesempatan kerja yang tersedia mencapai 1.057 lowongan.

Salah satu perusahaan yang membuka peluang terbesar adalah Alfamart dengan 600 posisi. Dari jumlah tersebut, 100 lowongan disiapkan bagi penyandang disabilitas.

Persyaratan yang ditetapkan antara lain minimal lulusan SMA atau SMK dengan usia mulai 18 tahun. Saat siaran berlangsung, jumlah pelamar melalui aplikasi Nyari Gawe telah mencapai sekitar 1.700 orang.

Dedi turut menyoroti persyaratan usia dalam proses rekrutmen. Ia menyarankan perusahaan memberikan ruang bagi pekerja berusia lebih tua, selama masih produktif.

"Saya menyarankan agar tidak ada pembatasan usia. Jika usia tua namun masih produktif maka seharusnya masih diperbolehkan kerja, bahkan bisa menjadi daya tarik tersendiri," ucap Dedi.

PT XL Axiata juga menawarkan 200 posisi bagi warga Depok berusia 18 hingga 40 tahun. Saat live berlangsung, sebanyak 206 orang telah melamar melalui aplikasi Nyari Gawe.

Peluang kerja lainnya datang dari PT Ebara Indonesia yang membuka sejumlah posisi, mulai dari sopir untuk manajemen perusahaan hingga sopir forklift.

Sementara itu, Indomaret menyediakan 50 lowongan khusus untuk wilayah Depok. Tingginya peminat terlihat dari jumlah pelamar yang telah menembus lebih dari 2.000 orang di aplikasi Nyari Gawe.

Menariknya, pelamar tidak hanya berasal dari Depok. Pihak Indomaret menyebut terdapat pencari kerja dari sejumlah daerah lain, seperti Bandung, Bogor, hingga Sukabumi.

Selama sekitar satu jam, Dedi bersama Wali Kota Depok Supian Suri mempromosikan berbagai lowongan tersebut melalui siaran langsung. Dedi meminta warga Depok yang memenuhi persyaratan segera memanfaatkan kesempatan tersebut.

Supian Suri menilai, bursa kerja live memberikan kemudahan bagi masyarakat karena informasi lowongan dapat diketahui secara langsung dan proses lamaran bisa dilakukan melalui aplikasi Nyari Gawe.

"Ayo semangat, lamar segera karena lokasinya dekat, masih di Depok. Bisa dekat dengan keluarga, banyak lowongan bisa dicek," katanya. 


Editor : Ahmad Sayuti