Genjot Potensi Wilayah Selatan KBB, Perbaikan Jalan Rusak Jadi Prioritas

Pemkab Bandung Barat berkomitmen untuk meningkatkan potensi di wilayah selatan KBB salah satunya dengan memperbaiki insfrastruktur jalan

Genjot Potensi Wilayah Selatan KBB, Perbaikan Jalan  Rusak Jadi Prioritas
Seorang pengunjung tengah menikmati pemandangan air terjun di Curug Malela beberapa waktu lalu. Pemkab berkomitmen meningkatkan potensi wisata di wilayah selatan KBB, salah satunya dengan memperbaiki infrastruktur jalan.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat berencana mengembangkan potensi pariwisata di wilayah selatan sebagai prioritas utama pembangunan tahun 2026. 

Oleh karena itu, pihaknya bakal melakukan pembenahan infrastruktur jalan, mengingat banyaknya jalur penghubung yang dinilai rusak parah dan belum tersentuh perbaikan selama belasan tahun. 

"Upaya itu dilakukan untuk mengangkat potensi wisata alam yang melimpah sekaligus menjawab keluhan panjang masyarakat terkait sulitnya mobilitas dan distribusi hasil bumi," kata Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, Jumat (5/6/2026).

Jeje menilai, keindahan alam dan potensi destinasi wisata yang besar tidak akan ada artinya jika akses menuju lokasi tidak memadai. Menurutnya, infrastruktur jalan menjadi gerbang utama pariwisata lantaran wisatawan pasti bakal berpikir dua kali.

Bahkan membatalkan kunjungan jika harus melewati jalan yang rusak, berlubang, atau sulit dilalui kendaraan.

"Wilayah selatan kita sangat kaya potensi alam, tapi terhambat akses. Karena itu, prioritas kami saat ini jelas: perbaikan jalan terlebih dahulu," sambungnya.

Berdasarkan data dan aspirasi yang diterima Jeje saat meninjau langsung ke sejumlah kecamatan, kondisi jalan di wilayah selatan sangat memprihatinkan. Bahkan terdapat ruas jalan yang belum pernah mendapatkan penanganan atau perbaikan struktural selama lebih dari 10 hingga 15 tahun. 

Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat rencana pengembangan ekonomi kreatif dan pariwisata, namun juga sangat memberatkan aktivitas warga sehari-hari, mulai dari perjalanan warga, pengangkutan hasil pertanian ke pasar, hingga akses pelayanan publik.

"Sudah bertahun-tahun ruas jalan itu dibiarkan. Dampaknya nyata sekali, hasil bumi susah dibawa keluar, dan tamu enggan berkunjung. Ini keluhan yang paling banyak disampaikan warga kepada saya. Kini komitmen kami bulat untuk memperbaikinya, tentunya dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah yang ada," ungkapnya.

Lebih lanjut Jeje mengungkapkan, pihaknya bakal menyusun strategi secara bertahap yang dimulai dari inventarisasi menyeluruh terhadap seluruh objek wisata yang tersebar di kawasan selatan

"Pendataan ini penting untuk memetakan lokasi mana saja yang memiliki nilai jual tinggi dan prospek ekonomi cerah, sehingga perbaikan jalan dapat difokuskan dan disesuaikan untuk langsung menuju titik-titik potensial tersebut," ungkapnya. 

Jeje menyebut, pembangunan tidak hanya asal perbaikan, namun terencana agar investasi pembangunan jalan ini kembali ke masyarakat melalui perputaran uang pariwisata.

"Setelah jalan bagus, kita petakan potensi wisatanya, lalu kita kembangkan. Jadi ada kesinambungan. Kita tidak mau membangun jalan tanpa tujuan yang jelas, dan kita tidak mau mempromosikan wisata tanpa akses yang aman dan nyaman," sebutnya.


Editor : Ahmad Sayuti