INILAH, Bandung - Gojek menunjukkan komitmennya membantu para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk meningkatkan skala bisnis dan memperluas pasarnya. Perusahaan teknologi di Indonesia meluncurkan program Gojek Wirausaha.
Chief Commercial Expansion Gojek Catherine Hindra Sutjahyo mengatakan, pihaknya meyakini basis UMKM yang besar di Tanah Air berpotensi untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dia menyebutkan, terdapat tantangan yang dihadapi UMKM mulai dari keterbatasan pada akses pasar yang lebih luas, akses ke teknologi, serta akses pada peningkatan skill.
"Kita memberikan kesempatan kepada UMKM untuk berkembang dengan memanfaatkan teknologi. Tantangan akses pasar yang lebih luas serta akses ke teknologi kami berusaha beri solusi dengan melalui layanan Go-Food dan Go-Pay," kata Catherine dalam rilis, Jumat (22/2/2019).
Menurutnya, UMKM yang tergabung dalam ekosistem Gojek nantinya dapat terhubung secara langsung dengan ratusan juta pelanggan setia. Hingga saat ini, Gojek telah bermitra dengan lebih dari 400.000 merchant di mana 80% diantaranya merupakan UMKM kuliner yang telah merasakan manfaat perluasan pasar secara langsung.
"Inovasi kita tak berhenti sampai disitu. Sesuai misi kami, untuk memberikan akses pada peningkatan skill Gojek meluncurkan pelatihan wirausaha yang bertujuan menaikkelaskan pelaku UMKM. Lewat pelatihan ini, kita menyediakan paket lengkap baik bagi UMKM yakni akses pasar yang lebih luas dengan masuk ke ekosistem Gojek, akses ke teknologi melalui platform sekaligus akses ke peningkatan kemampuan dan pengetahuan dengan pelatihan dan modul," ujarnya.
Sedangkan, VP Public Affairs Gojek Astrid Kusumawardhani menjelaskan terkait program pelatihan tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan pelatih yang ahli dalam bidang wirausaha serta para UMKM yang telah sukses naik kelas. Selain itu, dalam membuat pelatihan dan modul, pihaknya senantiasa mendengarkan aspirasi dari pelaku UMKM yang telah masuk dalam ekosistem.
"Materi yang kami sampaikan beragam sesuai dengan level kesiapan usaha mulai dari tingkat pemula, menengah, dan lanjutan. Modul yang diajarkan berisi cara mengelola usaha, tips dari UMKM yang sudah sukses serta tips serta pemahaman wirausaha. Tahun ini, kami menargetkan dapat 35.000 pelaku UMKM di 25 kota se-Indonesia bisa ikut serta dalam pelatihan untuk meningkatkan skala bisnisnya," jelasnya.
Astrid mengharapkan, kontribusi Gojek Wirausaha terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dapat lebih besar lagi ke depannya. Berdasarkan hasil riset FEB UI pada 2017 menunjukkan Gojek berkontribusi sebesar Rp1,7 triliun per tahun untuk perekonomian Indonesia. Selain itu, berdasarkan data internal Gojek menunjukkan 80% merchant mengalami kenaikan jumlah transaksi penjualan setelah masuk dalam ekosistem digital Gojek.
"Harapannya dengan ilmu yang kami berikan ini, pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya dan mengatur keuangan lebih baik, sehingga menjadi meningkatkan skala bisnis yang berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia," ucapnya.
Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 2018, 99% industri Indonesia ditopang UMKM. Dengan total 62 juta unit yang tersebar di berbagai wilayah Nusantara, UMKM menjadi solusi dalam menciptakan banyak lapangan kerja.