Grayak Serang Lahan Jagung di Garut, Kerugian Rp7,6 M
Serangan hama ulat grayak (Spodoptera Frugiperda) terhadap tanaman jagung di wilayah Kabupaten Garut dalam lebih sebulan terakhir semakin luas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
NILAH, Garut- Serangan hama ulat grayak (Spodoptera Frugiperda) terhadap tanaman jagung di wilayah Kabupaten Garut dalam lebih sebulan terakhir semakin luas.
Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut mencatat, hingga 31 September 2020, luas tanaman jagung terserang hama ulat grayak mencapai sekitar 1.150 hektare tersebar di 30 kecamatan dari total 42 kecamatan yang ada di Garut. Seluas 6.195 hektare lahan tanaman jagung lainnya dalam kondisi terancam.
Menurut Kepala Distan Garut Beni Yoga didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan Dati Widyati, prosentase serangan ulat grayak terhadap komoditas tanaman jagung tersebut mencapai sebesar 3,39% dari luas standing crop, atau tanaman yang masih ada di lahannya seluas 33.936 hektare.
Kerugian ekonomi dialami petani akibat serangan hama ulat grayak tersebut mencapai sebesar Rp7.605.237.500.
"Hitungannya, dari total tanaman terserang seluas 1.150 hektare dikalikan dengan 25 % kerusakan intensitas ringan maka kerusakannya seluas 287,50 hektare. Dengan asumsi harga pipilan jagung kering Rp3.500 per kilogram, jumlah tanaman rusak seluas 287,50 hektare dikalikan Rp3.500 maka total kerugian mencapai Rp7.605.237.500," kata Dati didampingi Seksi Serelia Endang Junaedi, Senin (3/3/2020).
Merajalelanya serangan ulat hama grayak terhadap tanaman jagung di Garut menjadi perhatian Pemprov Jawa Barat. Garut mendapatkan serangan hama ulat grayak terluas di Jawa Barat dibandingkan 17 kabupaten lainnya yang juga mendapatkan serangan hama ulat tersebut.
Karena itulah, mengantisipasi ancaman serangan hama ulat grayak semakin luas, dan parah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar melalui Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar bekerja sama Distan Garut serta stake holders terkait mencanangkan Gerakan Pengendalian Hama Spodoptera Frugiperda pada Tanaman Jagung. Acara berlangsung di Kampung Cihanjuang, dan Kampung Daulat Desa Pangeureunan Kecamatan Balubur Limbangan Garut pada Kamis (30/1/2020) lalu.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti masyarakat tani untuk terus berupaya bersama-sama melakukan tindakan preventif, dan responsif terhadap perkembangan serangan hama ulat grayak. Sehingga tingkat kehilangan hasil yang ditimbulkannya dapat ditekan seminimal mungkin.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Hendy Jatnika, di Jabar menyebutkan, sampai saat ini, hama ulat grayak sudah menyerang tanaman jagung di 17 kabupaten dengan luas serangan hingga Januari 2020 mencapai 1.237 hektare, dengan Garut terluas terkena serangan.
Di Kabupaten Garut sendiri, kata Staf Ahli Kementerian Pertanian RI Firdaus Hasan, ada empat Balai Penyuluh Pertanian (BPP) kini memiliki aplikasi modern untuk mengatasi hama ulat grayak. Yakni di Bungbulang, Banjarwangi, Karangpawitan, dan Balubur Limbangan.
"Semua BPP akan dilengkapi aplikasi di android untuk mengendalikan hama," ujarnya.(zainulmukhtar)
Editor : Bsafaat

