Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pemkot Bandung Selesaikan Dualisme Bandung Zoo

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintahan Kota Bandung untuk menyelesaikan polemik dualisme Bandung Zoo.

Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pemkot Bandung Selesaikan Dualisme Bandung Zoo
Dedi mengatakan, Pemkot Bandung yang memiliki kewenangan atas wilayahnya harus sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dualisme Bandung Zoo tersebut. (dok)

INILAHKORAN, Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintahan Kota Bandung untuk menyelesaikan polemik dualisme Bandung Zoo.

Dedi mengatakan, Pemkot Bandung yang memiliki kewenangan atas wilayahnya harus sesegera mungkin menyelesaikan persoalan dualisme Bandung Zoo tersebut.

“Itu Kota Bandung kewenangannya, jangan. (Bandung Zoo) Beresin sama Kota Bandung,” ujar Dedi di Kota Bandung baru-baru ini.

Sebelumnya, Bandung Zoo sempat beroperasi pada Kamis 3 Juli 2025 akibat adanya konflik internal antara manajemen lama dan baru.

Humas Bandung Zoo dari manajemen yang baru, Ully Rangkuti mengaku tak tahu menahu soal tidak beroperasinya kebun binatang ini. Bahkan kata Ully, dia baru tahu tutup dari sosial media.

"Alasannya kami tak tahu. Yang jelas, tadi ada pengunjung yang akhirnya balik kanan, karena tak tahu informasinya juga tutup," katanya.

Manajemen lama lanjut Ully, meminta izin mengambil bahan-bahan yang sekiranya cepat busuk dan segera diolah. Disinggung terkait adanya keributan, Ully mengaku keributan di ruangan cukup sensitif. 

"Intinya, hari ini kami tak menutup tapi yang menutup itu manajemen lama. Kalau bisa sih buka ya, karena kami tak ingin pengunjung kecewa. Apalagi ini kan musimnya libur sekolah," ucapnya.

Terkait, satwa-satwa yang diinformasikan beberapa mati, Ully mengaku penyebabnya sebagian besar karena usia dan cuaca, serta sebab lainnya.

"Tapi, itu sudah kami sampaikan ke BKSDA Jabar. Dan sudah diperiksa juga satwanya oleh mereka," katanya.

Sementara Humas manajemen lama, Sulhan Syafii mengatakan, pihaknya datang ke kebun binatang Bandung kemarin dan manajemen baru banyak memberdayakan red guard yang membuat pengunjung tak nyaman.

"Kami juga mendatangkan vendor sekuriti Pasopati untuk penebalan. Kalau ada pengunjung dampaknya lebih jelek, maka kami tutup saja dalam rangka jangan sampai pengunjung stress. Kami tutup mungkin hari ini. Semoga hari ini saja, karena kami akan bereskan hari ini," terangnya.

Sulhan pun menekankan, bila manajemen baru merasakan legal, maka silakan perlihatkan aktanya sebagai karyawan, sehingga berbicara dengan berdasarkan bukti.

Kata Sulhan, ada tujuh satwa yang mati sejak 20 Maret 2025, seperti unggas (burung) dan binturong.


Editor : Doni Ramdhani