Guncangan Budaya Kerja Penyebab Program Garut Amazing Gagal?

Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut pembangunan infrastruktur program Garut Amazing pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 banyak masalah. Gara-garanya?

Guncangan Budaya Kerja Penyebab Program Garut Amazing Gagal?
Bupati Garut Rudy Gunawan. (Dok InilahKoran)

INILAH, Garut- Bupati Garut Rudy Gunawan menyebut pembangunan infrastruktur program Garut Amazing pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2014-2019 banyak masalah. Gara-garanya?

Tak hanya bermasalah, manfaat program tersebut juga dinilai tak dirasakan masyarakat. Muncul dugaan adanya guncangan budaya kerja (shock work culture) di lingkup birokrasi maupun penyedia barang/jasa di Kabupaten Garut yang terbiasa menangani proyek bernilai sangat standar.

Hal itu dikemukakan Rudy pada Rapat Paripurna DPRD Garut tentang Penyampaian Nota Pemkab Garut atas Pendapat Anggota DPRD Garut melalui Fraksi-Fraksi terhadap Raperda APBD Garut 2020, dan tiga raperda lainnya di Gedung DPRD Garut pada Jum’at (22/11/2019) kemarin.

Namun begitu, Rudy mengklaim Pemda Garut telah menempuh mekanisme proses pengadaan barang jasa sesuai perundang-undangan. Termasuk dalam penentuan pemenang lelang.

Rudy malah terkesan lebih menyalahkan ketidaksiapan para penyedia barang/jasa  untuk melaksanakan proyek besar “amazing” itu. Banyak pengusaha terlibat dalam proyek pemerintah daerah memiliki keterbatasan aspek permodalan dan sumber daya, baik berupa alat maupun tenaga ahli.

Dia menyebut kondisi geografis Garut menjadi kendala dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. Beratnya medan atau area pelaksanaan pekerjaan, terutama kondisi geografis di wilayah selatan sedikit banyak berpengaruh pada mobilisasi alat berat dan bahan. Termasuk keterbatasan bahan bersifat pabrikasi yang dalam proses pelaksanaannya membutuhkan waktu.

Selain itu, dia menilai pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Garut juga terkendala adanya gangguan keamanan dari pihak-pihak tertentu yang seringkali ingin terlibat secara tidak proporsional dalam proses pelaksanaan proyek.

Rudy pun menantang anggota DPRD Garut turun ke lapangan guna membuktikan langsung informasi diterima anggota dewan berkaitan banyaknya pembangunan infrastruktur bermasalah.

Sebab Pemkab Garut sendiri, diklaim Rudy telah menempuh berbagai cara menangani berbagai persoalan yang muncul terkait pembangunan infrastruktur Garut Amazing itu.  Dari melibatkan konsultan pengawas, membuka ruang bagi lembaga swadaya masyarakat atau komponen masyarakat lain untuk turut memantau, dan memerintahkan aparat pengawas internal pemerintah (APIP) melakukan pemeriksaan, termasuk melibatkan tim pengawal pengamanan pemerintah dan pembangunan daerah (TP4D) yang berasal dari Kejaksaan Negeri Garut dalam rangka mencegah terjadinya penyimpangan.

Bukan hanyaitu, dirinya selaku Bupati Garut juga seringkali melakukan inspeksi ke lapangan memastikan langsung proses dari proyek dikerjakan, dan melakukan evaluasi atas kualitas pelaksanaan pekerjaan dilakukan penyedia jasa. Sehingga dirinya sering menyampaikan kritik keras atas hasil pekerjaan dilakukan penyedia jasa, dan memberikan penilaian tajam atas kinerja birokrasi yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur di tiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah).

"Kami pun berharap perkenan anggota dewan terhormat turut meninjau dan mengecek langsung berbagai proyek dilaksanakan pemda sebagai bagian dari pengawasan atas jalannya pemerintahan dan pembangunan. Sehingga berbagai informasi disampaikan kepada anggota dewan dapat langsung dibuktikan di lapangan secara faktual," kata Rudy.

Dia juga sempat menantang anggota dewan membuktikan secara faktual mengenai tudingan bila masyarakat tidak bisa merasakan kemajuan bersifat statistik terkait tingkat kepuasan masyarakat, dan manfaat pembangunan yang telah dilaksanakan Pemda Garut.

Belum ada reaksi lebih lanjut dari anggota DPRD Garut mengenai pernyataan Rudy tersebut.

INILAH mencatat, dalam RPJMD Garut 2014-2019 tercakup lima sukses prioritas pembangunan yakni jalan mulus (pembebasan tanah/jalan baru serta pembangunan peningkatan dan rehabilitasi jalan/jembatan); penataan perkotaan/pengkolan (pembinaan pemberdayaan pedagang kaki lima (PKL), pembangunan gedung PKL, panggulangan banjir perkotaan, serta penataan taman, pemasangan baru PJU dan ornamen; penataan pasar (revitalisasi pasar tradisional); revitalisasi puskesmas;  dan cai cur cor (pembebasan mata air serta peningkatan cakupan air bersih perdesaan dan perkotaan). (zainulmukhtar)


Editor : Bsafaat