Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi Lima Kali dalam Semalam, Warga Diminta Waspada
Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
Dalam rentang waktu pengamatan dari pukul 18.00 WITA hingga 24.00 WITA pada Selasa, 17 Juni 2025, tercatat lima kali erupsi disertai lontaran material vulkanik dan suara gemuruh intensitas sedang hingga kuat.
Menurut laporan resmi dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lewotobi Laki-laki, Yeremias Kristianto Pugel dan Yohanes Kolli Sorywutun, tinggi kolom letusan bervariasi antara 2.000 hingga 5.000 meter dengan asap berwarna kelabu. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan berlangsung antara 330 hingga 1.205 detik.
Selain erupsi utama, aktivitas seismik juga mencatat enam kali gempa hembusan dan satu kali gempa vulkanik dangkal. Suasana di sekitar gunung saat itu dilaporkan berawan hingga cerah, dengan suhu udara berkisar antara 20–23 derajat Celsius dan angin bertiup ke arah barat dan barat daya.
Erupsi juga disertai dengan lontaran lava pijar serta hujan abu vulkanik ringan hingga sedang. Hal ini meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga di sekitar wilayah rawan.
Saat ini, Gunung Lewotobi Laki-laki berada pada Status Level IV atau Awas. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi dan sektor barat daya–timur laut sejauh delapan kilometer.
Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang, dan menghindari informasi menyesatkan yang tidak jelas sumbernya. Peringatan juga diberikan kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi banjir lahar hujan, terutama di aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti wilayah Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Sebagai tindakan pencegahan, warga terdampak abu vulkanik disarankan menggunakan masker atau pelindung hidung dan mulut untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan.
Editor : Firda Rachmawati

