Diduga Erupsi Baru, Fenomena Sinar Api Teramati dari Bawah Laut Anak Krakatau
Sinar api teramati di bawah laut Anak Krakatau pada 1 November 2026, memicu dugaan erupsi aliran lava dari kawah baru. Simak analisis awal selengkapnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Sebuah hantaman visual mengejutkan terekam pada kamera pengawas Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau pada Minggu, 1 November 2026 malam, sekitar pukul 19.20 WIB.
Dalam rekaman tersebut, teramati pendaran sinar api dari bawah laut di area Gunung Anak Krakatau yang memicu kekhawatiran publik.
Kemunculan pendaran api ini diduga kuat menjadi indikasi awal adanya aktivitas erupsi bawah laut.
Analisis Awal dan Kemungkinan Erupsi Aliran Lava
Berdasarkan analisis awal tim Badan Geologi yang mengacu pada pencocokan data lapangan, fenomena sinar api tersebut kemungkinan merupakan erupsi aliran lava yang keluar dari kawah baru di bawah laut, tepatnya di sisi barat laut Gunung Anak Krakatau.
Kendati demikian, analisis ini masih bersifat sementara dan merupakan persepsi awal. Pihak terkait masih terus melakukan pemantauan ketat serta memverifikasi data guna memastikan kondisi geologi yang sebenarnya di lapangan.
Catatan Gempa Tremor Overscale
Selain teramatinya pendaran sinar api, aktivitas kegempaan di area Gunung Anak Krakatau juga menunjukkan peningkatan signifikan.
Berdasarkan data Pos Pengamatan Gunungapi (PVMBG - Badan Geologi) hingga sore hari, getaran gempa tremor masih tercatat berada pada kondisi overscale mencapai 60 mm.
Kejadian gempa tremor menerus ini dilaporkan telah berlangsung selama kurang lebih 18 jam.
Masyarakat dan pihak-pihak berkepentingan diimbau untuk tetap tenang serta terus memantau rilis dan pengumuman resmi dari Badan Geologi (PVMBG - Kementerian ESDM) untuk mendapatkan informasi terkonfirmasi terkait status dan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau.
Editor : Firda Rachmawati

