Gurandil Raup Hasil, Tanah Bogor Jadi Labil

Aktivitas gurandil alias pertambangan tanpa izin diduga menjadi salah satu penyebab bencana di Kabupaten Bogor. Akibat aktivitas mereka, kondisi tanah di Kabupaten Tegar Beriman itu menjadi labil.

Gurandil Raup Hasil, Tanah Bogor Jadi Labil

INILAH, Bogor – Aktivitas gurandil alias pertambangan tanpa izin diduga menjadi salah satu penyebab bencana di Kabupaten Bogor. Akibat aktivitas mereka, kondisi tanah di Kabupaten Tegar Beriman itu menjadi labil.

Pendapat penyebab bencana alam karena adanya aktifitas PETI oleh para gurandil ini diakui Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. Menurutnya, akibat PETI, banyak lubang atau rongga tanah yang membentang empat kecamatan tersebut hingga tanah terbilang labil.

“Tanah di empat kecamatan yaitu Nanggung, Jasinga, Sukajaya dan Cigudeg itu labil karena banyak lubang PETI. Akibat banyak lubang akhirnya juga banyak rongga hingga air tidak terserap dengan baik lalu timbullah bencana alam longsor dan banjir bandang,” ucap Iwan.

Selain aktivitas PETI, penyebab banjir bandang juga diakibatkan lahan HGU milik Perhutani yang tidak diaktifkan. Padahal pihak ketiga sudah memiliki izin untuk memberdayakannya.

“Banyak lahan HGU yang tidak diaktifkan atau ditanami pohon keras atau pohon lainnya oleh pihak ketiga yang sebelumnya sudah memiliki izin dari instansi terkait,” sambung politisi Partai Gerindra ini.

Bupati Bogor Ade Yasin menuturkan lahan HGU Perhutani harus diawasi ketat penggunaannya, jangan sampai ada alih fungsi lahan. Ia pun meminta pemilik lahan harus tegas dalam melarang kegiatan alih fungsi lahan tersebut.

“Lahan HGU ini harus diawasi ketat karena sudah 2.215 hektare yang saat ini sudah beralih fungsi, pemerintah daerah dalam hal ini juga akan mengkaji apakah usaha - usaha tersebut ada ijinnya dan bagi usaha yang tidak berijin akan ditertibkan baik oleh Satpol PP maupun aparat hukum,” tutur Ade. (reza zurifwan)
 


Editor : Zulfirman