Hadapi Persib, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra: Do or Die

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra sebut laga melawan Persib Bandung merupakan do or die dalam artian lakukan atau mati saat kedua tim bertemu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 26 April 2025.

Hadapi Persib, Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra: Do or Die
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menilai ini akan menjadi laga penting bagi kedua tim. Pasalnya kedua tim sama-sama membutuhkan tiga poin. (net)

INILAHKORAN, Bandung - Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra sebut laga melawan Persib Bandung merupakan do or die dalam artian lakukan atau mati saat kedua tim bertemu di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 26 April 2025.

Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra menilai ini akan menjadi laga penting bagi kedua tim. Pasalnya kedua tim sama-sama membutuhkan tiga poin.

“Untuk Persib penting karena mereka ingin menjadi juara, sedangkan kami ingin keluar dari zona degradasi,” kata Pieter di Stadion GBLA, Jumat 25 April 2025. 

Ya, Persib Bandung yang kini berada di puncak klasemen sementara membutuhkan tiga kemenangan dari lima laga sisa di Liga 1 musim ini untuk segera mengunci juara. Sedangkan PSS Sleman berada di posisi paling buncit. 

“Jadi ini menjadi tantangan bagi kami,” tegasnya.

Pelatih asal Belanda ini pun mengatakan saat ini PSS Sleman terus berkembang menjadi lebih baik. Pembenahan terus dilakukan.

“Kami masih memiliki lima pertandingan tersisa dan kami akan mencoba yang terbaik untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin. Besok adalah kesempatan untuk melakukan itu,” tegasnya kembali.

Ia akui beberapa pemain andalannya tidak bisa tampil di laga nanti. Dari yang cedera hingga terkena akumulasi kartu kuning.

“Ya, ada beberapa pemain yang absen dan ini tentu saja menjadi tantangan besar bagi kami untuk bertanding melawan tim nomor satu. Tapi kami harus bermain dan mengambil motivasi dari hal tersebut, sekarang kami bermain tandang, ini tidak mudah tapi ini menjadi pertandingan 'do or die',” tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani