Hadeuh, Banyak Sampah Buangan Proyek di Sungai Cikeas

INILAH, Bogor - Volume sampah bambu dan kayu yang memenuhi Sungai Cikeas lebih dari 1.200 kubik dicurigai bekas pekerjaan proyek yang dibuang begitu saja.

Hadeuh, Banyak Sampah Buangan Proyek di Sungai Cikeas
Sampah yang menumpuk di Sungai Cikeas

INILAH, Bogor - Volume sampah bambu dan kayu yang memenuhi Sungai Cikeas lebih dari 1.200 kubik dicurigai bekas pekerjaan proyek yang dibuang begitu saja.

Hal itu dikatakan Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman. Menurutnya, selama belasan tahun tinggal di Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, baru kali ini melihat jumlah sampah sebanyak itu dan spesifik jenisnya.

"Sudah 14 tahun lebih  saya mengamati sungai Cileungsi dan sungai Cikeas baru kali ini menyaksikan sampah menggunung sebesar ini, saya menduga bambu  dan kayu yang ukurannya seragam ini bekas pekerjaan proyek yang dibuang begitu saja atau hanyut ke hilir," kata Puarman kepada wartawan, Sabtu (17/11).

Menurutnya, karena hulu Sungai Cileungsi dan Cikeas ada di Gunung Geulis, Gunung Pancar dan Bukit Pelangi, maka sampah yang dibuang tidak jauh dari daerah aliran hulu sungai.

"Saya harap Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan penyisiran, penyelidikan dan penindakan kepada pembuang sampah bambu dan kayu ini dengan dasar Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2015 Bab IX Pasal 39 ayat 1 tentang larangan membuang sampah dengan ancaman sanksi penjara 3 bulan atau denda sebesar Rp50 juta rupiah," terangnya.

Puarman menjelaskan pemberian sanksi tegas sangat perlu dilakukan. Pasalnya sampah bambu dan kayu tersebut bisa menyebabkan bencana banjir.

"Kalau sampah-sampah yang menutupi Sungai Cikeas ini tidak segera dibersihkan saya yakin ini bisa menyebabkan bencana banjir bandang di Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi yang bisa menyebabkan korban materil, luka maupun jiwa," jelas Puarman.

Dia melanjutkan bersih-bersih Sungai Cikeas ini dilakukan oleh Warga Jati Asih dan Gunung Putri dibantu tim Katak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi.

"Pekan lalu gerakan bersih-bersih sungai ini dilakukan di Sungai Cileungsi dan kali ini kami melakukannya di Sungai Cikeas, hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi hal terburuk. Kegiatan dilakukan sejak jumat kemarin, lalu hari ini dan akan dilanjutkan pada Senin pagi lusa," lanjutnya.


Editor : inilahkoran