Hadiri Pelatihan Pastry dan Barber Warga Binaan, Farhan : Ini Bentuk Pemberdayaan
Sebanyak 40 warga binaan Rutan Kelas I Bandung mengikuti, pelatihan keterampilan di bidang pastry dan barber.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 40 Warga Binaan Rutan Kelas I Bandung mengikuti, pelatihan keterampilan di bidang Pastry dan barber.
Kegiatan yang digelar di Aula Sabanda Sariksa Kota Bandung ini, merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota dan pihak Rutan Kelas I Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk nyata pemberdayaan warga binaan serta langkah penting dalam menghapus stigma negatif terhadap mantan narapidana.
“Stigma bahwa warga alumni dari lapas adalah orang-orang yang tidak bisa diperbaiki harus kita buktikan salah. Memang tidak mudah, tetapi di situlah letak berkahnya,” kata Farhan, Selasa 6 Mei 2025.
Pihaknya pun menegaskan, bahwa warga binaan tetap merupakan bagian dari masyarakat Kota Bandung yang memiliki hak untuk memperbaiki diri.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari pemberdayaan. Mereka adalah warga Kota Bandung. Kesempatan untuk memperbaiki diri itu harus kita dukung sepenuhnya,” ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan langsung, Farhan berencana kembali mengunjungi rutan pada hari terakhir pelatihan barber.
“Hari ke-10 saya akan datang ke sini untuk dicukur. Bukan formalitas, tapi sebagai bukti bahwa pelatihan ini benar-benar membuahkan hasil,” ujar dia.
Kepala Disnaker Kota Bandung, Andri Darusman menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari program perluasan kesempatan kerja yang dibiayai oleh APBD 2025.
“Program ini adalah bagian dari 240 paket pelatihan berbasis Musrenbang, serta 10 paket pelatihan reguler yang dijalankan Disnaker tahun ini,” kata Andri Darusman.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Pemasyarakatan, Kusnali mengapresiasi, kerja sama lintas lembaga tersebut dan berharap pelatihan dapat diperluas ke bidang lain yang lebih aplikatif.
“Sekarang hampir semua rumah pakai AC. Kalau warga binaan dilatih servis AC, mereka tidak hanya punya keahlian, tapi juga peluang kerja nyata setelah bebas. Ini akan sangat aplikatif,” kata Kusnali.
Pihaknya juga mengusulkan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung membuat kebijakan khusus untuk mendukung re-integrasi warga binaan ke dunia kerja.
“Misalnya, mereka bisa dilibatkan dalam program layanan masyarakat seperti servis dan pembersihan AC di pemukiman warga. Ini akan sangat membantu,” ucapnya.
Diketahui, pelatihan pastry akan berlangsung selama tujuh hari. Sementara pelatihan barber selama 10 hari, mulai pukul 08.00 WIB hingga 14.00 WIB di dalam Rutan Kelas I Bandung. ***
Editor : JakaPermana

