Razia Lapas Subang, Petugas Temukan Dua Senjata Tajam Buatan

Razia gabungan di Lapas Kelas IIA Subang menemukan dua senjata tajam buatan dan sejumlah barang lainnya. Tes urine terhadap 119 orang negatif narkoba.

Razia Lapas Subang, Petugas Temukan Dua Senjata Tajam Buatan
Razia gabungan di Lapas Kelas IIA Subang menemukan dua senjata tajam buatan dan sejumlah barang lainnya. Tes urine terhadap 119 orang negatif narkoba.

INILAHKORAN.ID - Lapas Kelas IIA Subang menggelar razia gabungan dengan menyasar sejumlah sel Warga Binaan pada Selasa (22/9/2026) malam.

Razia tersebut melibatkan petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Subang.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam sel Warga Binaan. Di antaranya dua buah senjata tajam buatan yang diketahui dimiliki seorang Warga Binaan.

Kalapas Kelas IIA Subang Gatot Harisaputro mengatakan, petugas juga menemukan 15 buah korek api gas, 13 buah sendok logam, 17 buah paku, tiga buah jam tangan, satu buah cutter, serta lima buah botol parfum.

"Ada dua buah sikim (senjata tajam buatan)," kata Gatot melalui keterangannya, Rabu (23/9/2026).

Menurut Gatot, seluruh barang hasil razia tersebut kemudian didata untuk dilakukan penertiban sesuai ketentuan yang berlaku.

"Seluruh barang tersebut kemudian didata oleh petugas untuk dilakukan penertiban," lanjutnya.

Gatot tidak menjelaskan secara rinci mengenai fungsi dari dua senjata tajam buatan yang ditemukan dalam razia tersebut.

119 Orang Jalani Tes Urine

Selain razia, petugas juga melakukan Tes Urine terhadap Warga Binaan dan petugas Lapas Kelas IIA Subang.

Sebanyak 63 Warga Binaan dan 56 petugas menjalani pemeriksaan urine. Hasilnya, tidak ditemukan adanya Warga Binaan maupun petugas yang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika.

Gatot mengatakan, razia gabungan dan Tes Urine tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

"Kegiatan razia gabungan dan tes urin ini sebagai bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban dan wujud sinergitas kami dengan APH TNI Polri dan BNN Kabupaten Subang," ujarnya.

Ia memastikan kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kondisi Lapas Kelas IIA Subang tetap kondusif.

"Kami harap rutin dilaksanakan untuk situasi lapas yang tetap kondusif," tandas Gatot.***


Editor : JakaPermana