Lucky Hakim: Kerajinan Warga Binaan Lapas Indramayu Tembus Pasar Ekspor

Produk kerajinan berbahan serabut kelapa hasil karya warga binaan Lapas Indramayu berhasil menembus pasar ekspor ke Spanyol.

Lucky Hakim: Kerajinan Warga Binaan Lapas Indramayu Tembus Pasar Ekspor
Kini, produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade yang dikirim ke Spanyol berjumlah 510 unit dan pengiriman itu terlaksana melalui kerja sama Lapas Indramayu dengan PT Coir Indonesia Global. (antara)

INILAHKORAN.ID - Produk kerajinan berbahan serabut kelapa hasil karya warga binaan Lapas Indramayu berhasil menembus pasar ekspor ke Spanyol.

Bupati Indramayu Lucky Hakim mengatakan, dari serabut kelapa dipintal menjadi sesuatu dan terbukti dikirim ke luar negeri.

"Artinya sudah ada hasilnya dan ada market-nya di luar sana,” kata Lucky dikutip dari Antara, Senin (28/9/2026).

Dia menyebutkan, produk dekorasi berbahan serabut kelapa atau coir shade yang dikirim ke Spanyol berjumlah 510 unit dan pengiriman itu terlaksana melalui kerja sama Lapas Indramayu dengan PT Coir Indonesia Global.

Lucky mengatakan keberhasilan tersebut menunjukkan pembinaan keterampilan di dalam lapas, dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Menurutnya, keterampilan kerja diperlukan agar warga binaan memiliki peluang untuk memperoleh pekerjaan maupun membangun usaha mandiri ketika kembali ke masyarakat.

“Di Lapas ini banyak program pelatihan, bimbingan, sehingga ketika warga binaan selesai menjalani masa di sini, mereka punya keterampilan,” ujarnya.

Pelatihan di Lapas Indramayu daikuinya mencakup berbagai bidang, mulai dari pembuatan kerajinan dan makanan hingga peternakan, pertanian, serta budidaya tanaman dengan sistem hidroponik.

Lucky mengatakan pemerintah daerah, membuka peluang dukungan untuk mengembangkan program pembinaan tersebut, antara lain melalui pemanfaatan lahan, perbaikan fasilitas, penyediaan bibit, dan fasilitasi kerja sama dengan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Indramayu Aramichi Renggalih mengatakan pengiriman produk tersebut merupakan bagian dari program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Program itu, kata dia, mencakup sejumlah kegiatan pembinaan, termasuk penguatan ketahanan pangan dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pihaknya merinci sebanyak 510 unit coir shade yang disiapkan untuk ekspor terdiri atas varian diagonal hanging 3x3 sebanyak 139 unit, diagonal hanging 4x3 sebanyak 210 unit, varian diagonal hanging 3x3 lainnya sebanyak 61 unit, serta triangle 350 sebanyak 100 unit.


Editor : Doni Ramdhani