Iga Analusya Sulap Limbah Sabut Kelapa Jadi Kerajinan Estetik

Di tangan Iga Analusya (32) melalui bendera Farilla Craft, limbah tersebut diolah menjadi ragam aksesoris dan produk dekorasi yang bernuansa natural.

Iga Analusya Sulap Limbah Sabut Kelapa Jadi Kerajinan Estetik
Iga Analusya menyulap tumpukan limbah sabut kelapa yang kerap diabaikan menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Tumpukan limbah sabut kelapa yang kerap diabaikan berhasil disulap menjadi aneka produk kerajinan tangan bernilai jual tinggi. 

Di tangan Iga Analusya (32) melalui bendera Farilla Craft, limbah tersebut diolah menjadi ragam aksesoris dan produk dekorasi yang bernuansa natural.

Gagasan mengolah sabut kelapa ini bermula dari sebuah pelatihan yang diikuti Iga pada tahun 2021 lalu. Bekerja sama dengan sang suami yang mengambil peran khusus sebagai desainer, limbah tersebut dibentuk menjadi karya seperti tas, dompet, hingga pot tanaman dan dekorasi ruangan.

Farilla Craft terus berinovasi untuk menyesuaikan desain produknya dengan selera pasar generasi muda, sekaligus mengemas produk kerajinannya agar tampil lebih modern dan eksklusif tanpa menghilangkan sentuhan tradisional. 

Dari sisi kapasitas, Farilla Craft kini mampu memproduksi hingga 100 pinsil dalam satu kali proses produksi. Kualitas produk yang terus meningkat juga membuat usaha ini dipercaya menangani pesanan dalam jumlah besar dari instansi pemerintah, dengan waktu pengerjaan sekitar tiga minggu.

Geliat produksi kerajinan sabut kelapa ini turut menghidupkan ekosistem ekonomi warga lokal. Iga kini melibatkan 15 hingga 20 orang pengrajin yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga di lingkungan pesisir tempat ia tinggal. 

Keberhasilan Iga dalam mengembangkan produk kerajinan sekaligus memberdayakan lingkungan sekitarnya ini mendapat apresiasi langsung dari Direktur Utama PNM Kindaris. 

Dia mendorong para ibu nasabah PNM Mekaar untuk jeli melihat peluang usaha dari hal sekecil apa pun.

“Ibu Iga adalah contoh nyata bahwa modal hanyalah awal, tapi ketekunan dan kerja keras yang diiringi dengan pendampingan mampu membawa manfaat yang lebih luas dan menggerakkan orang-orang di sekitarnya yang membutuhkan,” kata Kindaris dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (28/9/2026).


Editor : Doni Ramdhani