Datang Untuk Perang
IGOR Tolic tidak datang ke Bandung untuk mencari alasan.Dia akan terus berdiri tegak, pasang badan untuk para pemainnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh : Muhammad Ginanjar
Di bawah langit Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin (28/9), pelatih asal Kroasia ini mencoba menutupi segala keresahan.
Di tengah jadwal padat yang menguras fisik Igor memilih satu sikap: pantang mengeluh.
Bagi Igor, setiap peluh yang menetes dari para pemainnya adalah bukti perjuangan yang nyata.
Catatan prestasinya pun mentereng. Dari 12 pertandingan sejak pramusim, ia berhasil mempersembahkan 10 kemenangan, satu hasil imbang, dan hanya sekali kalah.
Sebuah catatan fantastis yang diraih bukan lewat jalan tol yang mulus, melainkan lewat badai badai cedera dan skuad yang pincang.
“Ini dicapai saat kita menghadapi banyak kendala di pramusim tanpa separuh kekuatan tim,” ujar Igor.
Ia memutar kembali memori beberapa bulan lalu. Saat tim lain tampil dengan kekuatan penuh, Igor harus memutar otak. Kehilangan pemain sayap yang dipanggil tim nasional memaksanya bereksperimen.
Uilliam Barros yang biasa di tengah disulap menjadi penyerang sayap.
Belum lagi saat pilar-pilar penting seperti Luciano Guaycochea dan Gakuto bertumbangan akibat jadwal yang tak manusiawi.
Namun, alih-alih meratap, Igor memilih merangkul keterbatasan itu.
“Kami tidak mengeluh,” katanya tegas.
Igor sadar, Persib adalah klub dengan ekspektasi setinggi langit.
Bobotoh selalu ingin kemenangan yang indah.
Menanggapi hal itu, dengan gaya bicaranya yang lugas dan diselingi senyum tipis, Igor melontarkan kalimat yang menyentuh realitas.
“Permainan kami tidak selalu yang terbaik. Kami bukan Barcelona. Mungkin kita bisa mengalahkan Barcelona dalam tiga bulan ke depan, ya? Atau mungkin tidak akan pernah, karena Barcelona adalah Barcelona. Kita adalah Persib, kita punya level kita sendiri, pemain kita sendiri,” tuturnya.
Lewat kalimat itu, Igor ingin mengingatkan semua orang untuk membumi dan menghargai proses manusiawi para pemainnya.
Ia tidak keberatan dengan kritik, selama kritik itu dialamatkan kepadanya, bukan kepada para pemain yang sudah bertarung habis-habisan di lapangan.
“Kami menang, tapi kami mengeluh. Kritik itu boleh saja, tapi jangan kritik pemainnya, mereka sudah berusaha keras,” pintanya tulus.
Bagi pelatih berusia 49 tahun ini, estetika permainan nomor dua, yang utama adalah jiwa petarung di lapangan.
Di akhir hari, sepak bola adalah tentang hasil akhir dan kebahagiaan para pendukungnya.
“Bagaimana caranya? Main jelek, oke tidak masalah. Beruntung, oke tidak masalah, yang penting di akhir kita dapat tiga poin,” katanya.
Sementara itu sebelumnya, Igor mulai mencium adanya sesuatu yang berpotensi mengganggu fokus Maung Bandung dalam menghadapi musim 2026/2027.
Igor memperkirakan gangguan tersebut bukan berasal dari internal tim, melainkan dari lingkungan di sekitar Persib dengan cara mengalihkan perhatian.
“Di sekitar kita, bukan di dalam internal Persib, tapi di sekeliling Persib.
Anda tahu ini adalah sebuah persaingan sengit, ini perang,” ujar Igor di lapangan pendamping Stadion GBLA, Minggu (27/9).
Sementara di luar, lanjutnya, terdapat persaingan dengan 17 klub lainnya. Ia yakin secara keseluruhan tidak ingin Persib kembali menjuarai Liga untuk keempat kalinya secara beruntun.
“Mereka semua ingin menjadi lebih baik dari Persib. Semua orang ingin kita tidak menjadi nomor satu. Setelah tiga tahun, tidak ada kompetitor yang menginginkan itu,” tuturnya.
Meski demikian, Igor memastikan Persib masih berambisi untuk kembali menjadi juara, tepatnya di Super League 2026/2027.
“Kita menginginkannya (juara). Inilah yang kita inginkan, dan ini yang diinginkan Bobotoh,” katanya.
Karena itu, ia meminta dukungan penuh dari suporter fanatik Persib ini agar timnya bisa tampil maksimal di setiap pertandingannya dan kembali menjuarai Liga.
“Dengan Bobotoh berada di samping kita, di belakang kita, dan memberikan dukungan positif, tidak ada yang bisa menghentikan kita.
Tidak ada yang bisa menghentikan Persib,” pungkasnya. (bsf)
Editor : Inilahkoran

