Menyusuri Jejak Sunyi di Buyut Kiwot

Menyusuri Jejak Sunyi di Buyut Kiwot
SITUS: Petugas Disbudpar Kabupaten Cirebon mendokumentasikan kondisi Situs Buyut Kiwot di Desa Wotgali, Kecamatan Plered, saat melakukan penelusuran potensi sejarah dan budaya.(ISTIMEWA)

INILAH, Cirebon- Di sudut Desa Wotgali, Kecamatan Plered, sebuah situs tua bernama Situs Buyut Kiwot menyimpan rahasia masa lalu yang panjang.

Tempat yang selama ini menjadi bagian dari keseharian warga setempat, kini mulai membuka pintunya untuk dikenal lebih luas.

Menyadari berharganya rekam jejak sejarah yang tersembunyi di pelosok desa, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon turun langsung ke lapangan pada Senin 28 September 2026.

Mereka datang bukan sekadar untuk mencatat angka atau data formal, melainkan untuk mendengarkan langsung cerita yang hidup di tengah masyarakat.

“Kami datang untuk melihat langsung kondisi Situs Buyut Kiwot, sekaligus menggali potensi sejarah dan budaya yang ada di sini,” ujar Kadisbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno.

Langkah kaki para petugas di situs ini menjadi awal dari upaya merajut kembali potongan sejarah Kabupaten Cirebon yang sempat terserak.

Bagi Disbudpar, mendatangi langsung lokasi adalah cara terbaik untuk merasakan atmosfer masa lalu dan menangkap nilai-nilai budaya yang masih dirawat oleh warga Wotgali.

Fajar menekankan bahwa penelusuran ini bertumpu pada kisah-kisah lisan yang diwariskan dari mulut ke mulut.

Juru kunci, tokoh adat, hingga warga senior desa menjadi narasumber kunci dalam mengungkap siapa sebenarnya sosok Buyut Kiwot.

“Kami tidak hanya melihat kondisi fisik situs. Informasi dari masyarakat, tokoh setempat, dan mereka yang mengetahui sejarah Buyut Kiwot adalah inti dari penelusuran ini,” lanjut Fajar.

Seringkali, permata sejarah justru tersimpan rapat di area pedesaan yang jarang tersorot. Banyak peninggalan berharga yang belum diketahui oleh masyarakat luas, padahal menyimpan identitas penting bagi generasi mendatang.

“Warisan budaya itu bukan cuma soal bangunan tua atau benda mati. Cerita rakyat, tradisi, dan sejarah yang mengalir antar-generasi justru jauh lebih penting untuk dicatat agar tidak hilang ditelan zaman,” tuturnya.

Melalui pendataan awal ini, Disbudpar Kabupaten Cirebon berharap Situs Buyut Kiwot tidak hanya menjadi saksi bisu masa lalu, tetapi juga bisa menjadi kebanggaan yang terus hidup dan menghidupi kebudayaan lokal Cirebon.

(maman suharman/bsf)


Editor : Inilahkoran