Bupati Garut Minta TWA Papandayan Ditutup

Bupati Garut Minta TWA Papandayan Ditutup
TWA: Sejumlah pengunjung melintasi zona aman dari fenomena Blue Fire di Taman Wisata Alam Gunung Papandayan, Minggu (27/9).(ANTARA FOTO)

Oleh: Bsafaat

INILAH, Garut- Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan di Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebaiknya tutup dulu untuk keselamatan wisatawan.

Imbauan penutupan tersebut menyusul ada potensi bahaya fenomena Blue Fire dan gas beracun di kawasan kawah setempat.

“Tentu saja saya mengimbau supaya ditutup, tapi tanya dulu koordinasi dengan PVMBG (Pusat Vulkanologi dan Mitigasi bencana Geologi),” kata Bupati kepada wartawan di Garut, Senin (28/9).

Bupati menyampaikan sudah mendapatkan laporan adanya fenomena alam Blue Fire di kawasan kawah Gunung Papandayan, Kecamatan Cisurupan sejak beberapa hari lalu.

Bahkan fenomena itu, kata dia, dikabarkan berpotensi menimbulkan gas beracun yang bisa membahayakan manusia apabila berada di sekitarnya.

“Ya, kan ada, yang saya tahu itu berpotensi racun,” katanya lagi.

Ia menegaskan, adanya potensi bahaya dari fenomena alam di kawah itu, maka sebaiknya daerah tersebut tidak didekati pengunjung untuk menghindari risiko bahaya.

Jika kawasan tersebut tidak dibatasi, kata dia, maka pemerintah daerah akan mendapatkan teguran karena mengabaikan keselamatan, sehingga baiknya untuk dievaluasi dan ada peringatan dini sampai menunggu rekomendasinya aman.

“Itu bahaya, kalau ada apa-apa kita ditegur,” katanya pula.

Sebelumnya, Manager Operasional TWA Gunung Papandayan Amin Kaban menyampaikan, kawasan kawah yang memunculkan fenomena Blue Fire merupakan kawasan jalur pendakian.

Sejak adanya fenomena pada 23 September 2026 itu, kata dia, kawasan tersebut yang menjadi jalur pendakian sudah ditutup untuk umum, khususnya wisatawan.

Namun wisatawan, kata Amin, masih bisa melihat keindahan alam Gunung Papandayan dari zona aman di kawasan parkir.

Ia menyampaikan, fenomena Blue Fire itu sudah tidak terlihat lagi secara kasat mata, berbeda dengan hari pertama kemunculannya cukup lebar, kemudian hari berikutnya mengecil sampai akhirnya tidak tampak lagi.(bsf)


Editor : Inilahkoran